BPOM Ambon Kembali Sita Ribuan Produk Kosmetik Berbahaya

Ambon – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menyita sebanyak 4.643 kosmetik berbahaya yang bernilai ekonomis sebesar Rp. 116,5 juta.

Kepala BPOM Maluku Sandra Linthin mengatakan, operasi gabungan bersama Polri, POM dan Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) Kota Ambon ini berhasil menyita 4.643 kemasan atau 479 item kosmetik berbahaya.

Operasi gabungan dilakukan di empat lokasi di kota Ambon yakni pusat perbelanjaan Ambon City Center (ACC), Maluku City Mall (MCM), pasar Mardika dan kawasan OSM.

Ia mengatakan, dari empat lokasi pasar Mardika dilakukan penyitaan sebanyak 3.405 kemasan atau 309 item kosmetik di empat toko dan lapak.

Sandra mengakui, jenis kosmetik yang diamankan di antaranya krim pemutih wajah, krim anti jerawat, bedak, lipstik, eyeliner dan sabun di pasar tradisional.

Kosmetik yang paling banyak ditemukan adalah krim pemutih wajah. Pedagang mengaku memperoleh barang-barang itu melalui pembelian secara ‘online’ dan ada juga yang dibeli langsung di Jakarta.

Kosmetik yang dijual tersebut, kata Sandra, mengandung rhodamin atau hidroquinon (air keras). Rhodamin yang merupakan pewarna merah untuk tekstil ditemukan dalam lipstik atau perona pipi, sedangkan air keras ada dalam pemutih.

Kosmetik dengan bahan berbahaya mengandung bahan kimia seharusnya tidak boleh dijual ke masyarakat, karena dampaknya sangat berbahaya.

Dampak akibat pemakaian kosmetik berbahaya bisa terjadi langsung yakni wajah yang kemerahan akibat alergi bahkan cenderung seperti luka bakar, serta dampak jangka panjang.

Ia menambahkan, setelah mendata produk maupun pedagang, pihaknya akan melakukan gelar perkara, karena sebagian pedagang yang menjual kosmetik berbahaya merupakan pedagang baru. DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *