Dinsos Ambon Jaring Puluhan Gepeng di Sejumlah Kawasan

Ambon-Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon, kembali melakukan razia terhadap Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), Jumat (02/6).Razia terhadap gepeng yang dilakukan itu, di mulai pukul 10.00 WIT tersebut dilakukan di empat titik yakni Jalan, AY Patty , Jln Am Sangadji, depan pusat perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz), dan Pasar Mardika Ambon.

Dari hasil razia tersebut, sebanyak empat orang gepeng yang merupakan pemain lama berhasil diamankan di depan Ambon Plaza sementara puluhan lainnya di tiga lokasi berbeda.

Kebanyakan mereka yang terjaring merupakan muka lama yang seringkali terkena razia baik itu yang dilakukan Dinas Sosial Kota Ambon.

Para gelandangan dan pengemis yang terjaring lebih banyak  penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Ambon, Fransina Manuputty, menjelaskan tujuan dari operasi ini untuk membebaskan kota Ambon dari gepeng, sekaligus memberikan  kenyaman umat selama menjalankan bulan suci Ramadhan.

Menurut Fransina, Dinsos Ambon telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi para gepeng, baik melalui pembinaan dan sosialisasi maupun berbagi pelatihan, namun hal tersebut belum juga berhasil.

Gepeng yang diamankan telah tertangkap berulang dalam setiap kesempatan razia digelar, dan sudah menandatangani pernyataan untuk tidak melakukan kegiatan minta-minta lagi, namun fakta di lapangan tetap melakukan kegiatan tersebut hanya dengan alasan untuk mencari makan.

Dinsos telah melakukan koordinasi dengan sejumlah yayasan di Kota Ambon untuk menampung para gepeng tersebut, namun kendala yang dihadapi adalah, para gepeng ini tidak mau tinggal di panti.

Selain itu, pemkot juga terbentur masalah penampungan, dimana pemkot tidak memiliki tempat rehabilitasi, namun telah melakukan koordinasi dengan yayasan-yayasan untuk membina para gepeng tersebut.

Dalam razia ini pihak Dinsos bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan operasi terhadap para gepeng yang biasanya mangkal di setiap sudut kota dan pusat perbelanjaan.

Para gepeng yang tertangkap tersebut umumnya berasal dari luar Maluku.DMS

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *