Disperindag: Ada Swalayan Jual Diatas Kewajaran

Ambon – Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Bustaman Ohorella mengakui, masih ada pengusaha toko swalayan di Kota Ambon yang menjual barang di atas harga kewajaran.

“Ada beberapa toko swalayan yang kami tegur terkait dengan penjualan kebutuhan pokok seperti misalnya telur ayam ras di atas harga kewajaran yakni Rp2.000/butir,” ujarnya seusai melakukan sidak ke beberapa toko swalayan yang ada di Kota Ambon, Kamis.

Kami langsung menegur den memberikan peringatan sekaligus menurunkan harga menjadi Rp1.900/butir, sebab tidak sesuai dengan perkembangan harga yang ada sekarang ini, dan dimintakan untuk menurunkan harga jual kepada para pembeli.

Bustaman menjelaskan, kegiatan ini juga atas instruksi Kepada Dinas Disperindag Provinsi Maluku Elvies Patiselano yang mendapatkan informasi dari sejumlah masyarakat bahwa ada sebagian swalayan di Kota Ambon yang menjual telur ayam ras dengan harga Rp2.000/butir.

“Jadi kami langsung melakukan sidak pada sejumlah toko swalayan,” katanya.

Dia menjelaskan, di toko swalayan Oasis, Planit 2000, Indo Jaya dan swalayan lainnya yang kami datangi mereka menjual telur ayam ras dengan harga Rp2.000/butir, sedangkan hasil pemantauan di pasar Mardika dan pasar Batu merah harga telur yang dipatok perdagang eceran yakni Rp1.800 hingga Rp1.900/butir, sedangkan di tingkat agen pemasok mereka mematok harga Rp310.000/ikat (180 butir).

“Jadi dalam kegiatan sidak tadi kami langsung merminta mereka untuk menurunkan harga menjadi Rp1.900/butir, sebab masih dalam tingkat kewajaran,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kami mencopot surat pengumuman yang ada di lokasi penjualan terkait dengan pemberitahuan tentang barang yang sudah di beli tidak dapat dikembalikan lagi.

“Hal ini tidak dibenarkan, sebab ditakutkan barang yang dijual sudah masuk dalam golongan kadaluarsa, dan pada saat masyarakat membeli dan keburu pulang kerumah setelah sampai dirumah baru dilihat bahwa barang tersebut sudah kadaluarsa ternyata sudah tidak bisa dikembalikan lagi sebab sudah ada pemberitahuan di toko swalayan tempat berbelanja tadi,” ujarnya.

Tindakan pencopotan ini juga, lanjutnya, merupakan bagian dari cara pengawasan barang kadaluarsa yang masih beredar di toko-toko.

“Kami sudah imbau mereka untuk tidak lagi memberikan pemberitahuan yang dapat merugikan para pembeli,” ujarnya. Sedangkan kebutuhan lain masih dalam kewajaran, seperti gula pasir merek KWA dijual dengan harga Rp12.500/kg, minyak goreng Rp16.000/litar.(DMS-Antara)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *