DPRD Minta Bawaslu Putuskan Hasil Terbaik Terkait Gugatan Pasangan HEBAT

Ambon – Ketua Komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans meminta kepada  Bawaslu Maluku untuk memutuskan dengan baik dan benar tanpa intervensi terkait dengan siding gugaan keberatan  gugatan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur jaluir perseorangan,  Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT ) terhadap KPU Provinsi Maluku.

Sebagai wakil rakyat yang menginkan proses demokrasi pemilihan kepala daerah di Maluku berjalan aman dan damai Melkias Frans berharap semua pihak tunduk dan legowo menerima hasil putusan Bawalu

Bawaslu juga diminta benar-benar menerapkan Undang-Undang Nomor 10 tentang Pemilu, karena UU itersebut mengatur kewenangan Bawaslu.

Ia menyarankan jika dalam putusan nanti terjadi kesalahan yang dilakukan oleh KPU dalam melakukan verifikasi data dukungan maka KPU diminta untuk melakukan verifikasi ulang, tetapi jika apa yang disampaikan oleh KPU itu benar maka Bawaslu hendaknya memutuskan sesuai fakta kebenaran yang seadil-adilnya agar tidak berdampak menimbulkan  gejolak di masyarakat.

Seperti diketahui  rencananya Sabtu, 16/12) bawaslu menggelar sidang untuk memutuskan hasil gugatan yang dilayangkan pasangan HEBAT terhadap KPU Maluku.

Seblumnya pada 7 Desember 2017, Bawaslu Maluku menggelar sidang perdana keberatan balon gubernur dan wagub jalur perseorangan terhadap keputusan KPU setempat yang menolak pasangan ini mengikuti tahapan Pilkada 2018.

Sidang sengketa Pilkada dipimpin Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely dengan dua komisionernya, yakni Paulus Titaley dan Astuty menghadirkan tim pasangan “HEBAT” sebagai pemohon dan KPU Maluku termohon.

Pemohon saat sidang perdana membacakan keberatan melalui kuasa hukumnya, Justin Tuny yang menilai terjadi “human error” yang dilakukan tim KPU Maluku saat perhitungan persyaratan dukungan diajukan sebanyak 165.510 telah masuk ke Sistim Informasi Data Pencalonan (SILON) dan ternyata hanya 99.203 dinyatakan sah.

Kemudian data terakses ke SILON itu sesuai dengan daftar B2KWK yakni sebanyak 165.510 dan ternyata berdasarkan perhitungan data KTP yang terlampir hanya 99.203.

Sesuai hasil pleno KPU Maluku tanggal 6 Desember 2017 memutuskan dukungan pasangan “HEBAT” tidak memenuhi persyaratan yang tertuang dalam surat keputusan No. 467/BA/81/Prov/XII/2017.DMS

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *