Gaji Guru Kontrak Diupayakan Naik

Ambon – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku Melki Sairdekut mengatakan DPRD dan Pemerintah Provinsi Maluku berupaya meningkatkan gaji guru kontrak pada tahun 2018 agar bisa disesuaikan dengan standar upah minimum provinsi (UMP).

Dalam rapat kerja dengan pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Provinsi Riau di Ambon, Melki mengatakan, meski APBD terbatas, DPRD dan Pemprov Maluku berusaha membiayai guru kontrak secara berjenjang dari tingkat PAUD sampai SMA dan hal ini sudah berlaku dalam empat tahun terakhir

Menurutnya, upah sekitar Rp1.050.000 per orang untuk guru kontrak saat ini masih rendah sehingga diupayakan dalam APBD 2018 jumlah tersebut bisa ditingkatkan mengikuti standar UMP.

Ia mengatakan setelah rasionalisasi, saat ini jumlah guru honorer sebanyak 2.900 orang dari sebelumnya 3.600 orang.

Terkait dengan mutasi guru honorer sebagai konsekuensi penerapan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah khususnya pada pengaturan terkait pengalihan kewenangan pengelolaan pendidikan menengah, yaitu SMA dan SMK, dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi, menurut Melki di Maluku belum ada mutasi.

Melki menambahkan, sebenarnya pemerintah kabupaten/kota tidak mau dengan aturan mutasi itu karena secara politik tidak menguntungkan bagi kepala daerah ketika pegawainya ditarik ke provinsi.

Ia mengatakan sampai hari ini sudah dirampungkan konsolidasi pendataan kepegawaian dan fase berikutnya adalah menertibkan seluruh aset pemprov yang ada di kabupaten dan kota dengan diberlakukannya undang-undang itu.

Melki mengungkapkan, terkait aset-aset yang akan diserahkan ke pemprov hingga saat ini belum didiskusikan oleh Komisi D. (DMS-Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *