Imigrasi Ambon Masih Tahan Warga Myanmar

Ambon – Kantor Imigrasi Kelas I Ambon hingga kini masih menahan seorang warga negara asing (WNA) asal Myanmar beridentitas Atung (55).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Ambon, Mas Budi Priyatno mengatakan, Imigrasi Kelas I Ambon menahan yang bersangkutan sejak 10 Juli 2017 setelah ada laporan dari masyarakat desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon terkait keberadaannya di sana.

Kantor Imigrasi kelas I Ambon sudah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta untuk proses pemulangan yang bersangkutan, namun sampai sekarang ini belum ada jawaban.

Dia menjelaskan, kemungkinan saja pihak Kedutaan Besar Myanmar hingga kini belum dapat berkomunikasi dengan keluarga yang bersangkutan di Myanmar.

Jika pihak kedutaan telah berhasil  menghubungi keluarga yang bersangkutan dan menyatakan bahwa ia  benar warga Myanmar maka proses pemulangannya tidak akan lama lagi.

Menurut Mas Budi, satu-satunya masalah terkait proses pemulangan warga Myanmar ini adalah dokumen dari pihak Kedutaan, sementara dari Imigrasi Ambon sudah tidak ada masalah lagi, tinggal proses pemulangannya saja.

Mas Budi mengatakan Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration atau- IOM) sudah bersedia memfasilitasi yang bersangkutan untuk proses pemulangan.

Karena itu, lanjutnya, Imigrasi Kelas I Ambon tinggal menunggu dokumen yang bersangkutan saja. Kalau dokumennya sudah lengkap maka yang bersangkutan langsung dipulangkan.

Mas Budi mengemukakan, Atung ditangkap setelah Kantor Imigrasi Kelas I Ambon bersama TNI Angkatan Laut dari Lantamal IX/Ambon melakukan pendataan terhadap keberadaan orang asing yang ada di Desa Passo pada 13-14 Juni 2017.

Kisah keberadaan Atung di Ambon juga unik sebab ia sudah berada di ibu kota provinsi Maluku ini selama 13 tahun sejak meningggalkan Myanmar. (DMS-Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *