Jasa Raharja Maluku Salurkan Santunan Rp7 Miliar

Ambon- PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Maluku hingga November 2017 telah menyalurkan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas yang nilainya mencapai Rp7,05 Miliar.

“Sejak januari hingga 30 November 2017 kami telah menyalurkan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas capai Rp7,05 miliar,” kata Kepala Jasa Raharja Cabang Maluku, Marganti Sitinjak di Ambon, Selasa.

Menurut dia, jumlah santunan yang disalurkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 periode yang sama, yakni Rp6,8 miliar.

Sementara angka kecelakaan mengalami penurunan, kenaikan jumlah santunan terjadi karena sejak 1 Juni 2017 terjadi kenaikan besaran santunan sebesar 50 persen, untuk korban meninggal dunia Rp50 juta dari semula Rp25 juta, korban cacat tetap masih tetap sesuai presentase tertentu dari santunan korban meninggal dunia Rp50 juta.

Pergantian biaya perawatan dan pengobatan meningkat menjadi Rp20 juta dari semula Rp10 juta dan penggantian biaya penguburan meningkat Rp4 juta dari semula Rp2 juta bagi korban yang tidak memiliki ahli waris.

Marganti menyatakan, santunan yang telah disalurkan sejak Januari-November 2017 terdiri dari uang duka untuk korban meninggal dunia Rp4,9 miliar, pergantian biaya perawatan di rumah sakit Rp1,9 juta, cacat tetap Rp201 juta dan biaya pemakaman Rp18 juta.

“Jumlah santunan tersebut disalurkan ke 11 kabupaten dan kota di Maluku dan yang paling banyak di kota Ambon,” katanya.

Marganti menjelaskan, pembayaran santunan yang pihaknya merupakan hak para masyarakat bukan bentuk sumbangan, ketika terjadi kecelakaan yang sesuai dengan ketentuan yakni dilengkapi laporan kepolisian maka santunan ini wajib diberikan kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas.

“Kita berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, walaupun masih ada kekurangan, tetapi kita terus melakukan evaluasi dan pembenahan dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ditambahkannya, peningkatan jumlah korban disebabkan kurangnya pemahaman pengendara kendaraan khususnya roda dua sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda.

Kecelakaan lalu lintas diakibatkan meningkatnya jumlah kendaraan roda dua, kurangnya kesadaran pengendara yang umumnya masih dibawah umur dan pengetahuan mengemudi.

“Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sangat penting sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Maluku dapat menurun,” katanya.(DMS-Antara)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *