Kejati Maluku Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Terminal Transit Passo

Ambon-Kejaksaan Tinggi Maluku akhirnya menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek  pembangunan terminal transit Passo, dengan nilai proyek sebesar Rp.55 Miliar rupiah.

Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di kantor Kejati Maluku mengatakan, penetapan ketiga tersangka dilakukan setelah  tim penyidik Kejati Maluku mengantongi dua alat bukti dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan terminal transit Paso tipe B tahun anggaran 2008-2009.

Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan itulah maka tim penyidik Kejati Maluku yang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi akhirnya  menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka.

Ketiga tersangka tersebut masing-masing berinisial AA, mantan PPTK pada Dinas Perhubungan Kota Ambon, AL seorang wiraswasta  dan JLM karyawan Jasa Intan Mandiri selaku tenaga ahli.

Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 junto pasal 18 UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku Victor Saut mengemukakan, penanganan perkara dugaan tipikor proyek pembangunan terminal transit Passo, dari penyelidikan maupun penyidikan terungkap jika  proyek yang didanai oleh APBD Kota Ambon, APBD Provinsi Maluku serta APBN itu telah ada unsur melawan hukum.

Data-data yang telah dikumpulkan akan dipakai dalam rangka audit penghitungan kerugian negara oleh BPKP Maluku. Menurutnya, sejumlah dokumen telah dikantongi oleh tim penyidik termasuk dari sisi perencanaan serta ditambah keterangan 28 saksi di tingkat penyidikan serta alat bukti lainnya. DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *