Keluarga Besar Ikatan Adhiyaksa Dharma Karini Kunjungi Bocah Korban Kejahatan Seksual

Ambon-Keluarga Besar Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Kejaksaan Tinggi Maluku, dipimpin Ketua Nurmawati Pane, Jumat (20/10) siang, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum dr. Haulussy Ambon, untuk melihat langsung kondisi bocah (JP), korban kejahatan seksual  yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Saat dijenguk Nurmawati dan rombongan, korban yang masih dibawah umur terlihat masih trauma. JP yang didampingi tantenya dan beberapa Polwan terlihat  takut dan menangis.

Menurut tante korban, JP saat ini masih trauma akibat kejadian yang dialami. Keluarga meminta aparat kepolisian memperoses kasus ini dan kepada aparat penegak hukum agar menjatuhkan sanksi  seberat-beratnya kepada pelaku karena apa yang dilakukan merupakan kejahatan yang sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan.

Kepada keluarga, Nurmawati Pane menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap kasus yang menimpa JP. Kunjungan  tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus ingin melihat kondisi korban dan memberikan dukungan moril.

Seperti diketahui JP, bocah berusia 8 tahun diperkosa dan dibuang pelaku di tepi jalan, tepat di depan Bank BCA Cabang Mardika.

Korban pertama kali ditemukan Petrus Latuputty salah seorang petugas kebersihan Kota Ambon, Selasa, (17/10), sekira pukul 05.00 WIT dalam kondisi lemas dan banyak mengeluarkan darah daro alat vitalnya.

Petrus kemudian meminta bantuan kepada salah seorang sopir angkot, Muhammad Nur Sangadji dan pedagang Windy Kastanya yang saat itu berada di lokasi kejadian untuk membawa korban ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.

Kasus pemerkosaan ini juga mendapat perhatian anggota komisi B yang juga Ketua fraksi Nasdem DPRD Maluku, Abdullah Marasabessy. Marasabessy ecara tegas meminta  aparat kepolisian memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku phedofil tersebut.

Berdasaran hasil pengembangan kasus oleh pihak kepolisian diduga pelaku pemerkosaan adalah ayah kandung dari korban sendiri. Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya.

Kasus persetubuhan anak dibawah umur dan pemerkosaan tersebut disangkakan dengan pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, Pasal 287 ayat (1) KUH Pidana dan pasal 285 KUH Pidana.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *