Khawatir Disalahgunakan,Walikota Ambon Himbau Kades Manfaatkan ADD Sesuai Aturan

Ambon-Besarnya Anggaran Dana Desa (ADD) yang masuk ke desa dalam beberapa tahun terakhir yang nilainya mencapai miliaran rupiah, menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak, termasuk Walikota Ambon Richard Louhenapssy.

Kekhawatiran tersebut disampaikannya pada acara Coffee Morning yang digelar Pemerintah Kota Ambon bersama wartawan media baik cetak maupun elektronik di Kota Ambon, Jumat (10/8).

Louhenapessy menyampaikan, semakin besar Anggaran Dana Desa (ADD) yang diterima desa maka semakin besar tanggung jawab yang dipikul Kepala Desa (Kades).

Untuk itu, Louhenapessy berharap agar para Kades berhati-hati dan menggunakan ADD dengan baik, sehingga tidak menimbulkan masalahan di kemudian hari, sebab setiap dana yang masuk harus dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu penggunaan ADD harus tepat sasaran dan tidak boleh diselewengkan jika tidak ingin terjerat masalah hukum.

Walikota mengatakan akan melakukan pertemuan dengan seluruh kades di Ambon untuk memberikan pemahaman dan penjelasan agar para kades mengerti dan paham tentang pengelolaan keuangan Desa sesuai dengan undang-undang.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa waktu terakhir ini sejumlah kades dari berbagai daerah di Maluku bermasalah dengan ADD. Tidak sedikit diantara mereka yang akhirnya dijebloskan ke penjara akibat salah menggunakan bantuan pemerintah tersebut.

Kasus terbaru adalah ditahannya Raja Negeri  Oma Pulau Haruku bebearpa waktu lalu oleh Kejaksaan Negeri Ambon akibat bermasalah dengan penggunaan ADD.

Untuk kota Ambon sendiri, saat ini Kejaksaaan Negeri Ambon sedang mengusut dugaan penyelewengan ADD  Desa Urimesing karena adanya dugaan penyelewengan berdasarkan laporan masyarakat.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *