Komisi B DPRD Maluku Pertanyakan Lolosnya Puluhan Ton Material Batu Cinnabar Keluar Maluku

Ambon-Komisi B DPRD Maluku meminta semua instansi terkait untuk lebih peka dan selektif melakukan pengawasan terkait dengan pengelolaan batu cinnabar dalam jumlah puluhan ton yang lolos ke luar Maluku.

Wakil ketua komisi B DPRD Maluku, Max Pentury mengatakan, selaku wakil rakyat mempertanyakan sikap pemerintah daerah baik di kabupaten/kota maupun provinsi, terutama pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang dinilai lalai mengawasi penyelundupan puluhan ton material batu cinnabar yang dibawa keluar Maluku.

Dikatakan Pentury, Komisi B secara serius akan memberikan perhatian khusus terkait persoalan tersebut, agar bisa diselesaikan oleh aparat pemerintah setempat, termasuk pihak kepolisian dalam membongkar dalang dibalik penyeludupan puluhan ton material batu cinnabar ke luar Maluku yang baru-baru ini tertangkap di pulau jawa.

Gubernur Maluku juga diminta untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh serta mengambil langkah preventif kepada seluruh jajaran pada  dinas terkait, sehingga penyelundupan berbagai sumber daya alam yang ada di Maluku tidak terulang kembali dikemudian hari.

Seperti diketahui beberapa bulan sebelumnya, Kodam XVI/Pattimura berhasil mengungkap dua kejadian ilegal berturut-turut. Kejadian tersebut adalah pengangkutan batu cinnabar secara ilegal dan pengungkapan tempat penyulingan batu cinnabar yang dijadikan air raksa untuk mendulang emas.

Pada tanggal 18 April 2017 pukul 06.00 WIT, anggota Denintel, anggota Tim Intel Korem dan Unit Intel Kodim 1504/Ambon mengamankan 2 buah truk yang mengangkut material batu cinnabar seberat 4 ton di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.

Namun hingga saat ini, kasus tersebut tidak diketahui kejelasannya , apakah para pelaku sudah diproses hukum atau dibiarkan begitu saja. Aparat kepolisian terkesan tertutup jika dimintai keterangan sejauh mana kasus tersebut diproses.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *