Latihan Militer AS-Korsel Bisa Menyulut Perang Nuklir

Pyongyang – Korea Utara (Korut) mengecam keras latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) yang sedang berlangsung. Korut menyebut latihan gabungan itu sebagai langkah ‘sembrono’ menuju perang nuklir.

“Meskipun ada peringatan berkali-kali oleh DPRK (singkatan nama resmi Korut), mereka tetap menggelar latihan perang dengan dalih ‘menangkal provokasi oleh Utara’,” sebut kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA) dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Reuters, Selasa (22/8/2017).

“Ini dimaksudkan untuk menyulut perang nuklir di Semenanjung Korea, dengan konsekuensi apapun,” imbuh KCNA.

Korut selama ini memandang latihan militer gabungan AS-Korsel sebagai persiapan untuk menginvasi wilayahnya. Di masa lalu, Korut menembakkan sejumlah rudal dan melakukan berbagai aksi lainnya, untuk menunjukkan kemarahannya atas latihan gabungan ini.

“Situasi di Semenanjung Korea telah terjun ke fase kritis karena kegaduhan perang sembrono yang menargetkan Utara dari para maniak perang,” tandas KCNA.

Latihan gabungan AS-Korsel yang bernama ‘Ulchi Freedom Guardian’ ini digelar sejak 21 Agustus hingga 31 Agustus mendatang. Latihan militer tahunan ini melibatkan simulasi komputer yang dirancang untuk menghadapi potensi perang dengan Korut yang berkemampuan nuklir.

Sedikitnya 17.500 tentara AS, dari total 28 ribu personel militer yang ditugaskan di Korsel, ikut dalam latihan gabungan ini. Jumlah itu lebih sedikit jika dibandingkan latihan gabungan tahun lalu, yang melibatkan 25 ribu personel militer AS. Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah personel itu disebabkan oleh kebutuhan yang memang lebih sedikit, bukan dipicu ketegangan dengan Korut.

Baik AS maupun Korsel berulang kali menegaskan bahwa latihan gabungan ini murni bersifat defensif. Namun Korut menyebutnya sebagai ‘kedok yang menipu’.

Pekan lalu, pemimpin Korut Kim Jong-Un menunda rencana serangan rudal ke Guam, wilayah AS di Pasifik, dengan alasan ingin mengawasi ‘tindakan bodoh’ AS. Tindakan bodoh yang dimaksud merujuk pada latihan militer gabungan AS-Korsel ini. Kim Jong-Un saat itu menegaskan, Korut bisa menyerang kapan saja jika AS bertindak sembrono. (DMS-detikcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *