Menag Imbau Khatib Shalat Id Sampaikan Hakikat Idul Fitri

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap semua khatib Shalat Idul Fitri 1438 Hijriah menyampaikan hakikat Idul Fitri yang sesungguhnya dalam pesan kutbahnya.

“Semoga para khatib Shalat Id menyampaikan hakikat Idul Fitri, mengajak semua kita mampu kembali ke jati diri kemanusiaannya, mampu menahan diri dari keinginan melakukan hal-hal tercela,” ujar Lukman dikutip dari siaran pers resmi Kementerian Agama, Jumat (22/6/2017).

“Pesan penting lainnya adalah mendorong umat Islam untuk selalu menebarkan kemaslahatan bagi sesama dalam merawat alam semesta,” lanjut dia.

Soal waktu Hari Raya Idul Fitri 2017 ini, Kementerian Agama bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam akan kembali menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1438H pada Sabtu sore.

Menag berharap tidak ada perbedaan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri sehingga umat Islam Indonesia bisa merayakan Lebaran dan takbiran bersama-sama.

Lukman menyarankan semarak malam Lebaran sebaiknya dilaksanakan di masjid, mushala, lapangan dan bukan di jalan raya.

“Umat Islam dalam menyemarakkan malam Lebaran dengan cara takbiran, hendaknya melakukannya di masjid-masjid, mushola, lapangan-lapangan, dan tempat-tempat lain yang tidak mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas di jalan raya,” ujar Lukman.

Selain itu, Lukman mengajak umat Islam untuk tidak merayakan takbiran dengan menyalakan mercon dan petasan, atau hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya dan kerawanan sosial.

Takbiran adalah tradisi baik yang patut dipelihara.

“Takbiran harus tetap terjaga kekhidmatannya. Merayakan malam Lebaran juga jangan sampai dengan cara hura-hura yang berlebihan dan kelewat batas,” kata Lukman.

Idul Fitri tahun ini, lanjut Lukman, harus menjadi momen yang tepat bagi warga bangsa untuk memperkuat silaturahim dan merajut ukhuwah dalam rangka meneguhkan persatuan dan kesatuan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *