Menteri Susi Minta Warga Banda Tidak Jual Ikan Hias

Banda Naira – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta warga di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Provinsi Maluku untuk tidak menangkap dan menjual aneka ikan hias yang potensinya sangat melimpah di perairan kepulauan tersebut.

Larangan tersebut disampaikan Menteri Susi yang ditemani Gubernur Maluku Said Assagaff seusai membuka “sasi” (larangan mengambil hasil sumber daya alam) dan memanen kerang lola di perairan Pulau Hatta.

Dia mengakui harga jual ikan hias jauh lebih mahal dibanding jenis ikan lainnya serta menjadi incaran dan laris di pasaran dunia, sehingga menggiurkan banyak orang untuk menangkap dan menjualnya.

Menteri Susi yang baru pertama kali mengunjungi kepulauan penghasil rempah-rempah berupa pala yang terkenal dan menjadi rebutan bangsa Eropa di abad ke-17 tersebut, sempat melakukan penyelaman dan menyaksikan sendiri beragam jenis ikan hias dalam koloni besar bermain di hamparan terumbu karang yang memenuhi dasar perairan Kepulauan Banda.

Dia menyarankan masyarakat di Kepulauan Banda untuk memilih menangkap atau berbisnis jenis ikan lainnya karena potensinya juga sangat melimpah di perairan kepulauan penghasil perikanan terbesar di Maluku tersebut.

Para nelayan Banda disarankan menangkap ikan jenis lain seperti tuna, ikan layar, Kakap atau Kerapu, karena perairan Pulau Banda sangat kaya dan menjadi tempat berkembang biak jenis ikan tersebut.

Dia mengaku kagum dengan kecantikan alam bawah laut daerah itu yang dihiasi ratusan jenis terumbu karang dan beraneka ikan hias, ikan karang maupun ikan pelagis kecil- kecil dan besar.

Selain itu, gugusan Kepulauan Banda juga terkenal dan kaya akan potensi wisata bahari, baik wisata pantai karena dihiasi pasir putih yang halus, maupun selam karena kondisi air laut yang jernis dan bersih, di samping wisata memancing serta kaya objek wisata sejarah peninggalan abad ke-17.

 

Tuna 90 Kg

 

Menteri Susi juga sempat menanyakan informasi yang diperolehnya bahwa hasil tangkapan ikan tuna di Kepulauan penghasil rempah-rempah tersebut bisa mencapai berat 90 kilogram per ekor, dan dibenarkan oleh masyarakat.

Menurutnya, hal ini berarti aksi perang melawan penangkapan ikan secara ilegal sejak tahun 2014 memberikan dampak baik bagi masyarakat di daerah ini karena ikan hasil tangkapannya lebih banyak dan besar-besar.

Ia juga menegaskan tentang komitmen Presiden Joko Widodo mendukung pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal di Indonesia dengan menerbitkan Perpres Nomor 44 tahun 2016 yang mengatur indsutri perikanan tangkap yang tertutup sepenuhnya untuk pihak asing.

Gubernur Said Assagaff dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Menteri Susi dan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr pada peringatan 350 tahun perjanjian Breda yang berisi pertukaran antara Pulau Rhun dengan Pulau Manhattan oleh Inggris dan Belanda.

Gubernur mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga laut dan perairan dari berbagai pencemaran maupun pemanfaatan potensi sumber daya perikanan yang tidak ramah lingkungan.

Menurut Gubernur Said, masyarakat di banda mungkin menggagap Pulau Hatta dan pulau lainnya di Kepulauan Banda biasa-biasa saja karena setiap hari melihatnya. Tapi orang luar yang datang pasti akan kaget, karena begitu indah dengan pasir putihnya yang bagus serta kaya potensi sumber daya alamnya.

Pemprov Maluku, tandas gubernur di masa mendatang memfokuskan penyiapan sarana dan prasarana infrastruktur terutama transportasi laut dan udara yang aman dan nyaman, sehingga wisatawan dalam dan luar negeri dengan mudah bisa berkunjung dan tingal berlama-lama di kepulauan yang kaya potensi pariwisata dan perikanan tersebut. DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *