Nelayan Tidak Melaut Berpengaruh Naiknya Harga Ikan Di Ambon

Ambon – Harga berbagai jenis ikan segar yang ditawarkan pedagang di Kota Ambon, terus mengalami kenaikan jika dibandingkan pada dua hari sebelumnya akibat stok menipis.

Hasil pantauan di pasar terapung Arumbai di kawasan pasar Mardika, Sabtu (09/12), para pedagang menaikkan harga ikan segar seperti cakalang, tuna, sembung, momar dan kawalinya yang didatangkan dari berbagai tempat pendaratan ikan di Pulau Ambon dan juga Pulau Seram.

La Ode Ipu salah satu pedagang ikan di pasar arumbai mengakui, harga memang terbilang mahal, karena itu ikan yang dijual, seperti ikan cakalang, yang pada dua hari lalu masih dijual dengan harga Rp40 ribu  terpaksa dinaikkan menjadi Rp70 ribu hingga Rp100 ribu perekor.

Ikan momar dan dan Kawalinya dua hari sebelumnya dijual Rp. 20 ribu 8 ekor manejadi Rp.20 ribu 8 ekor.

La Ipu  mengatakan, dirinya dan beberapa teman pedagang kekurangan stok ikan, kendatipun para nelayan mematok harga jual untuk jenis ikan kawalinya dan momar cukup tinggi yakni Rp.1.200.000 hingga Rp1.300.000 per Loyang mereka tetap membeli untuk mengisi permintaan pasar.

Pedagang ikan lainya Husein mengakui untuk jenis ikan komu kacang dua hari sebelumnya dibeli dengan harga Rp.400 ribu naik menjadi Rp.700 ribu per Loyang. Dia kemudian menjual dengan harga  Rp. 20 ribu (tiga ekor).

Menurut dia, ikan segar sekarang ini cukup sulit didapatkan, kartena pengaruh cuaca ombak  yang membuat para nelayan enggan melaut.

Husein mengatakan kenaikan harga jual dari nelayan sudah terjadi sejak empat hari yang lalu

Untuk beberapa jenis ikan beku seperti ikan garopa dijual Rp20.000/tumpuk (delapan ekor) menjadi, cumi Rp10.000/tumpuk (lima ekor), ikan asing jenis cakalang yang di datangkan dari Pulau Banda maupun jenis ikan bubara Rp30.000/kg, ikan puri kering Rp7.000/cupak. DMS

 

 

 

 

Ambon – Harga berbagai jenis ikan segar yang ditawarkan pedagang di Kota Ambon, terus mengalami kenaikan jika dibandingkan pada dua hari sebelumnya akibat stok menipis.

Hasil pantauan di pasar terapung Arumbai di kawasan pasar Mardika, Sabtu (09/12), para pedagang menaikkan harga ikan segar seperti cakalang, tuna, sembung, momar dan kawalinya yang didatangkan dari berbagai tempat pendaratan ikan di Pulau Ambon dan juga Pulau Seram.

La Ode Ipu salah satu pedagang ikan di pasar arumbai mengakui, harga memang terbilang mahal, karena itu ikan yang dijual, seperti ikan cakalang, yang pada dua hari lalu masih dijual dengan harga Rp40 ribu  terpaksa dinaikkan menjadi Rp70 ribu hingga Rp100 ribu perekor.

Ikan momar dan dan Kawalinya dua hari sebelumnya dijual Rp. 20 ribu 8 ekor manejadi Rp.20 ribu 8 ekor.

La Ipu  mengatakan, dirinya dan beberapa teman pedagang kekurangan stok ikan, kendatipun para nelayan mematok harga jual untuk jenis ikan kawalinya dan momar cukup tinggi yakni Rp.1.200.000 hingga Rp1.300.000 per Loyang mereka tetap membeli untuk mengisi permintaan pasar.

Pedagang ikan lainya Husein mengakui untuk jenis ikan komu kacang dua hari sebelumnya dibeli dengan harga Rp.400 ribu naik menjadi Rp.700 ribu per Loyang. Dia kemudian menjual dengan harga  Rp. 20 ribu (tiga ekor).

Menurut dia, ikan segar sekarang ini cukup sulit didapatkan, kartena pengaruh cuaca ombak  yang membuat para nelayan enggan melaut.

Husein mengatakan kenaikan harga jual dari nelayan sudah terjadi sejak empat hari yang lalu

Untuk beberapa jenis ikan beku seperti ikan garopa dijual Rp20.000/tumpuk (delapan ekor) menjadi, cumi Rp10.000/tumpuk (lima ekor), ikan asing jenis cakalang yang di datangkan dari Pulau Banda maupun jenis ikan bubara Rp30.000/kg, ikan puri kering Rp7.000/cupak. DMS

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *