Pembangunan Flyover di Kota Ambon Ditunda Hingga 2019

Ambon-Rencana pembangunan flyover atau jalan layang dalam di Kota Ambon  mengalami penundaan hingga 2019.

Satrio Sugeng Prayitno, Kepala Balai Jalan dan Jembatan wilayah XVI Maluku mengatakan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh pihaknya rencana pembangunan flyover mulai dari Batu Merah hingga ke Jalan Rijali terpaksa ditunda karena adanya moratorium dari pemerintah pusat.

Moratorium tersebut karena pempus mengalami defisit anggaran. Namun, Balai Jalan dan Jembatan wilayah XVI Maluku-Maluku Utara, selaku pihak pelaksana, telah  diminta untuk melakukan pengkajian AMDAL serta pembebasan lahan, sebelum pempus kembali menyetujui pembangunan Flyover yang direncanakan setelah 2019 nanti.

Dikatakan Satrio Sugeng, dari hasil kajian yang dilakukan oleh pihaknya, rencana pembangunan flyover tersebut telah layak untuk dilakukan, namun dibutuhkan waktu, karena keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat.

Namun pada prinsipnya, dukungan penuh rencana  pembangunan flyover tersebut akan selalu diberikan oleh pihaknya selaku pelaksana dan pengawasan Balai Jalan dan Jembatan wilayah XVI Maluku-Maluku Utara.

Seperti diktehaui, pembangunan flyover, merupakan salah satu dari sejumlah usulan pembangunan pemerintah daerah yang telah disetujui Presiden Joko Widodo. Namun rencana pembangunan flyover, masuk moratorium bersama sejumlah usulan program pembangunan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Rencana pembangunan flyoverr pada beberapa ruas jalan dalam kota Ambon, dianggap sudah sangat mendesak guna mengatasi tingkat kemacetan yang semakin tinggi akibat bertambahnya jumlah kendaraan seiring dengan perkembangan pembangunan di Kota Ambon.DMS

Rencana Pembangunan Fly Over Sudirman Terkendala Pembebasan Lahan

Gubernur Paparkan 11 Program Strategis Maluku Yang Telah Disetujui Presiden

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *