Pemkot Ambon Siapkan Perda Tentang Larangan Gelendangan dan Pengemis

Ambon-Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas sosial setempat belum bisa bergerak leluasa untuk menerapkan sanksi bagi para Pengemis dan Gelandangan (Gepeng) di Ambon, termasuk sanksi bagi warga yang memberi sedekah terhadap mereka yang berprofesi sebagi peminta-minta.

Hal ini dikarenakan belum ada dasar hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) bagi Pemkot Ambon melalui Dinas Sosial untuk bertindak lebih jauh.

Kendati dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Tindak Pidana Pelanggaran pada Pasal 540 butir (1)   Barang siapa mengemis di muka umum, diancam karena melakukan pengemisan dengan pidana kurungan paling lama enam minggu,

dan butir (2)   Pengemisan yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih, yang berumur di atas enam belas tahun, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan.

KUHP Pasal 505  butir (1)   Barang siapa bergelandangan tanpa pencarian, diancam karena melakukan pergelandangan dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan, serta butir (2)   Pergelandangan yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih, yang berumur di atas enam belas tahun diancam dengan pidana kurungan paling lama enam bulan, namun Pemkot belum melangkah terlalu jauh.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Ambon Fransina Manupuuty  menyatakan, untuk  menjawab persoalan ini Pemkot Sementara menyiapkan drfat usulan Perda tentang Gepeng tujuanya menjadikan Kota Ambon  bebas dari dari Gepeng.

Manuputy mengatakan, dengan adanya  pemberlakuan Perda itu diharapkan sekaligus menghilangkan mental-mental pengemis yang belakangan seakan semakin populer di daerah ini.

Menurutnya jika memang berdalih bersedekah, cukup banyak orang-orang yang benar tidak mampu yang patut disedekahi, misalnya orang-orang tua yang sakit-sakitan, panti jompo ataupun panti asuhan. Sedangkan untuk orang-orang cacat yang memang benar-benar tidak mampu sudah menjadi tanggungjawab dinas sosial untuk membinanya, dengan menggunakan anggaran negara.

sebelumnya pada operasi penertiban Jumat (02/06) kemarin Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon, menjaring puluhan Gepeng di beberapa kawasan Kota Ambon anatara lain Jln, AY Patty , Jln AM Sangadji,  depan pusat perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz), dan Pasar Mardika Ambon.

Kebanyakan mereka yang terjaring merupakan muka lama yang seringkali terkena razia. Para gelandangan dan pengemis yang terjaring lebih banyak  penyandang disabilitas.

Kendati Dinsos Ambon, telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi para gepeng, baik melalui pembinaan dan sosialisasi maupun berbagi pelatihan, namun hal tersebut belum juga berhasil.

Para gepeng yang tertangkap tersebut umumnya berasal dari luar Maluku. DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *