Ratusan Karung Bawang Merah Ditimbun Distributor Nakal Di Gudang

Ambon-Bawang putih menjadi komoditas pangan yang menyumbang inflasi cukup besar Mei hingga Juni mendekati angka 0,08 persen dari realisasi inflasi di bulan kelima sebesar 0,39 persen. Hal ini karena harga jual bawang putih sangat mahal menjelang puasa akibat para penimbun dan spekulan.

Disinyalir adanya skenario para spekulan untuk menimbun komoditi bawang dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan besar. Skenario para spekulan ini biasanya terjadi jelang hari raya keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal  sehingga  memicu kenaikan harga di sejumlah daerah.

Di Kota Ambon juga merasakan dampak kenaikan dua kali lipat harga dua komoditas bawang tersebut. kenaikan harga itu akibat ulah para distributor yang melakukan penimbunan.

Kelangkaan bawang yang memicu kenaikan harga, direspons oleh Pemerintah Kota Ambon, sehingga pada Rabu 21 Juni 2017, Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler, saat inspeksi mendadak (sidak) disejumlah gudang milik distributor, berhasil menemukan ratusan karung bawang merah, di salah satu gudang di aera Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Tantui Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Ratusan karung bawang itu diketahui milik salah seorang distributor bawang terbesar di kota Ambon.Saat ditemukan kondisi bawang ada yang sudah mengeluarkan daun, disinyalir bawang tersebut sudah parkir dalam gudang itu cukup lama.

Distributor sengaja menyewa gudang itu untuk menimbun bawang, dan memanfaatkan momen Ramadhan untuk meraup keuntungan besar karena kebutuhan warga akan bumbu masak ini cukup tinggi.

Herman yang dikonfirmasi mengakui jika bawang yang ditemukan dalam gudang tersebut baru seminggu didatangkan dari surabaya.

Setiap tiga hari sekali bawang-bawang itu diditribusikan kepada para pedagang yang tersebar di sejumlah pasar di Kota Ambon.

Ia mengakui menyewa Gudang di Area PPN untuk menyimpan Bawang dari Budi Lasano dengan biaya sewa sebesar Rp,27.500.000,-

Pemerintah Provinsi Maluku memperketat pengawasan perdagangan jalur distribusi komoditas pangan strategis menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1438 Hijriah.

Karena kenaikan harga pangan utama pada saat bulan Ramadhan dan Lebaran masih menjadi persoalan yang terus terulang saban tahun. Padahal, ketersediaan pasokan komoditas pangan telah diperkirakan mampu memenuhi permintaan masyarakat.

Jelang Ramadhan tahun ini misalnya, melambungnya harga bawang putih membuat pemerintah menerapkan kebijakan nasional untuk menstabilkan harga dengan menyediakan bawang putih melaui Perum Bulog di masing-masing daerah.

Khusus untuk Maluku, Gubernur Said Assagaff meminta seluruh Kepala Daerah, mengawasi ketat distribusi barang di daerah masing-masing, sehingga tidak terjadi penimbunan bahan kebutuhan pokok yang berujung membumbungnya harga di pasaran.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *