Remaja GPM Soya Ubah Sampah Jadi Baju

Ambon-Sampah memang identik dengan sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Namun, ditangan para remaja GPM Soya, sampah bisa disulap menjadi busana cantik dan memiliki nilai seni tersendiri. Hal itu ditunjukkan dalam peragaan fashion show yang digelar pada Pekan Kreatifitas Jemaat GPM Soya, Sabtu (29/10/).

Berbagai macam busana dengan model dan warna-warni unik diperagakan puluhan model anak Tunas Pekabaran Injil Jemaat GPM Soya. Dengan berjalan di atas catwalk mereka berlenggak-lenggok memamerkan busana hasil daur ulang dari plastik maupun koran bekas yang dikolaborasikan dengan musik yang dihasilkan dari barang-baran bekas seperti botol dan galon plastik bekas air mineral, botol beling, jerigen, ember dan bahan bekas lainya.

Busana yang diperagakan tidak hanya bentuk kreatifitas saja, melainkan sebagai upaya kampanye kepada masyarakat tentang pentingnya hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Busana pengantin hingga yang bertema koboi, semuanya dibuat dari bahan daur ulang sampah seperti kertas koran, bungkus deterjen, tutup botol kemasan dan karung beras.

Permasalahan sampah susah dipecahkan. Tidak semua masyarakat peduli dan memahaminya. Hal ini membuat Sub Komisi Anak dan Remaja Jemaat GPM Soya menggelar fashion show  arena Pekan Kretaifitas 2017 dengan memadukan lomba paduan suara anak dan remaja serta lomba kretifitas musik dan busana..

Bila lazimnya fashion show digelar dengan baju-baju mewah, kali ini justru menampilkan busana hasil daur ulang sampah. Sampah-sampah itu disulap menjadi menarik di tangan orang-orang kreatif.

Ketua Sub Komisi Anka dan Remaja Jemaat GPM Soya, Dessy Sahulata mengatakan, persoalan sampah jika tidak ditangani secara serius akan berdampak buruk bagi lingkunga,oleh karena itu sampah yang oleh sebagain masyarakat dianggap benda yang kurang menarik, tetapi di tangan orang-orang kreatif sampah plastik daur ulang justru dapat dibuat menjadi busana menarik.

Sahulata menegaskan, dengan kegiatan seperti ini banyak masyarakat merasa senang dan menilai kegiatan ini sangat positif. Setelah melihat hasil busana daur ulang sampah sangat baik, sejogjanya masyarakat mendaur ulang dulu sebelum membuang sampahnya.

Warga Jemaat GPM Soya, Sabtu sore larut dalam suasana suka cita saat gelanaran pekan Kreatifitas 2017. Kegiatan yang di gagas Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi dan Nasional menjawab program Renstra jemaat tahun pelayanan ke II.I

Konsep Pekan Kreatifitas 2017 yang melombakan paduan suara anak dan remaja serta lomba kreatifitas dan musik diikuti sembilan sektor pelayanan.

Ketua Majelis Jemaat GPM Soya, Pdt. P.A. Kempa, berharap momentum Pekan Kreatifitas 2017, kiranya memotivasi warga jemaat untuk terus berkarya bagi kepentingan hidup orang banyak baik dalam lingkup jemaat maupun dalam lingkup bermasyarakat.

Kempa berharap melaui kegiatan ini umat dapat merefleksikan diri sekaligus mengintrospeksi diri untuk lebih peduli dan mencintai lingkungan terutama persoalan persampahan.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *