SK Pencopotan Sekot Tual Telah Disampaikan Ke Gubernur

Ambon-Walikota Tual, Adam Rahayaan membantah bahwa dirinya hingga saat ini belum memasukan surat pemberitahuan soal pencopotan Sekretaris Kota (Sekot) Tual, Adly Bandjar sejak 21 April 2017, ke Gubernur Maluku.

Rahayaan menegaskan, telah memasukan surat beserta seluruhh bukti pelanggaran yang dilakukan Sekot Tual sejak tanggal 02 Mei lalu, namun sesuai informasi yang diterima surat tersebut masih berada dibagian umum dan belum dimasukan ke Sekda maupun Gubernur.

Selain menyurati ke Gubernur Maluku,dirinya juga menyurati  Menteri ASN, serta Mendagri, terkait pencopotan Bandjar.

Rahayaan menjelaskan,  alasan  pencopotan Sekot karena yang bersangkutan tidak lagi cocok untuk diajak kerja sama.  Sekot juga melakukan hal-hal diluar kendali sebagai seorang ASN.

Bukti yang disampaikan diharapkan akan menjadi pertimbangan Gubernur, untuk kembali milihat persoalan tersebut secara baik dan bijaksana.

Rahayaan memastikan  pelayanan publik di kota Tual berjalan seperti biasanya, tanpa terganggiu dengan pencopotan Sekot. .

Sebelumnya Sekda Provinsi Maluku Hamin Bin Tahir mengatakan pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan soal pencopotan yang dilakukan oleh walikota Tual, Adam Rahayaan terhadap Sekretaris Kota Tual, Adly Bandjar sejak 21 April 2017.

Oleh karena itu, menurut Hamin Bin Tahir, posisi  Adly Bandjar masih memegang jabatan Sekot Tual karena belum ada surat keputusan (SK) penonaktifan atau pencopotannya dari jabatan tersebut oleh Mendagri, Tjahjo Kumolo.

Dia mengaku sudah menyurati Wali Kota Tual agar menyampaikan laporan tertulis pencopotan Adly sejak pekan lalu, menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) No.53 tahun 2010.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *