Wakil Bupati SBB Mediasi Perdamaian Warga Dusun Dokiar dengan Warga Desa Kamal

Ambon-Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Timotius Akerina bersama Forkopinda Kabupaten SBB, Senin (11/12) melakukan mediasi penyelesaian masalah antarwarga Dusun Dokiar Desa Kaibobo dengan warga Desa Kamal di Kecamatan Kairatu.

Proses Mediasi dilakukan Wakil Bupati Timotius Akerina bersama Kapolres SBB dan Danramil Kabupaten setempat di pantai desa Kamal

Mediasi ini dilakukan kaitanya dengan insiden pembakaran dan perusakan rumah oleh warga desa Kamal terhadap rumah milik Hery Pasal dan Apy Kakisina,  pada 7 desember 2017 kemarin.

Wakil Bupati meminta kedua warga tidak melakukan hal-hal yang bedampak terhadap kerugian maupun korban jiwa, sekaligus menegaskan bagi warga yang melakukan tindakan melawan hukum akan diproses termausk mereka yang melakukan pembakaran dan pengrusakan rumah.

Seperti diketahui Insiden yang berujung pembakaran dan pengrusakan rumah pada tanggal 7 Desember  2017 sekitar pukul 14:30 di kompleks desa Kamal, dilatarbelakangi adanya kesalahpahaman antar siswa SMU yang berada di kompleks Timokol pada tanggal 5 Desember 2017.

Kesaalpahaman itu berlanjut dengan adanaya upaya pembakaran terhadap rumah Ketua PWI  Kabupaten SBB Andy Uniana di desa Kamal.

Sebelum insiden pembakaran rumah diketahui sekitar pukul 13:00 WIT datang enam orang dari desa Kaibobo hendak menemui Andi Uniana. Maksud dan tujuan kedatangan ke-enam orang tersebut tidak diketahui, tetapi informasi dengan cepat beredar di kalangan masyarakat desa Kamal jika masyarakat desa Kaibobo akan melakukan penyerangan sehingga menimbulkan kosentrasi massa.

Kosentrasi massa sempat dihalau oleh Babinsa, Banikambtibmas dan kurang lebih 10 anggota Polisi Polsek Waisarisa, namun upaya itu tidak berhasil, karena massa  dari desa Kamal yang berada di kompleks Timokol spontan merusak dan membakar rumah yang ditinggal mengungsi oleh pemiliknya ke Dusun Dokiar desa Kaibobo.

Hingga berita ini disiarkan kondisi keamanan kondusif. Peristiwa ini tidak menggangu aktifitas masyarakat, namun untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan puluhan anggota kepolisian dibantu TNI ditempatkan di Desa Kamal hingga situasi keamanan terkendali.DMS

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *