1 Agustus Mendatang PT Gemala Borneo Utama (GBU) Resmi Beroprasi

Ambon-Kepala Dinas Energi dan Sumbedaya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Martha Nanlohy memastikan, terhitung 1 Agustus 2017 PT Gemala Borneo Utama (GBU) akan kembali beroprasi.

Nanlohy menyatakan, PT GBU resmi kembali melakukan aktifitas ekplorasi penambangan emas di Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya, setelah Gubernur Maluku, Said Assagaff mencabut SK Nomor : 70 Tentang Penghentian sementara PT GBU, tertangga  16 Februari 2017.

Nanlohy menjelaskan, Pencabutan SK 70 setelah Pemerintah Provinsi Maluku bersama berbagai pihak melakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk mendengarkan langsung presentasi hasil penelitian dampak pencemaran lingkungan baik yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) maupun ILS  Universitas Pattimura Ambon.

Berdasarkan hasil uji laboratorium ITB maupun Unpatti Ambon, tidak ditemukan adanya pencemaran lingkungan dan pemakaian mercuri secara besar besaran melebihi ambang batas.

Nanlohy mengakui diterbitkanya SK 70 berdampak terhadap dirumahkannya sebagian karyawan PT GBU.

Dia berharap dengan dibukanya kembali oprasional tambang tersebut karyawan yang sebelumnya diruhkan dapat kembali ditarik untuk bekerja.

PT GBU juga diminta untuk tetap memperhatikan berbagai ketentuan yang telah disepakati bersama Pemerintah Daerah salah satunya dokumen analisi dampak lingkungan (Amdal).  

Seperti deketahui, Senin 17 Juli 2017 lalu Gubernur Maluku Said Assagaff, secara resmi mencabut SK Nomor 70 tahun 2017 tentang izin penghentian PT GBU di desa Hila, Kecamatan Romang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Gubernur Said Assagaff tidak menampik adanya unsur mercuri  seperti yang ditemukan saat penelitian, namun penyebabnya tidak berasal dari pemakaian oleh pihak PT GBU tetapi sifat mercuri yang berasal dari alam.

Gubernur, berharap dengan dikeluarkanya hasil penelitian kedua lembaga pendidikan tinggi ini, masyarakat yang selama ini melakukan penolakan oprasional PT GBU, dapat memahami dan menerima dengan baik.

Gubernur Said Assagaaf juga berharap kepada aktifis lingkungan Shave Romang, untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar oprasionaslisasi PT GBU yang sempat terhenti akibat SK Pengentian sementara, dapat melakukan aktifitas seperti semula.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *