18 WNA di Maluku Kena Tindakan Administrasi Keimigrasian

Ambon-Sepanjang Januari-September 2017, pihak Imigrasi Klas I Ambon telah mengambil Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) kepada  18 WNA.

Kepala kantor Imigrasi Klas I Ambon Mas Budi Priyanto menjelaskan, 18 WNA tersebut  berasal dari Filipina,Thailand, Myanmar, Cina dan Jepang.

WNA yang paling banyak diberikan Tindak Administrasi Keimigrasian (TAK) sejak Januari 2017 hingga saat ini adalah WNA asal Filipina. Para WNA asal Filipina ini kebanyakan adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sementara untuk WNA lainnya, seperti dari Jepang dan Cina umumnya pelanggaran yang ditemukan adalah karena menggunakan izin tinggal tidak sesuai dengan peruntukkan.

Budi Priyanto mengatakan, saat ini pihaknya telah membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) sesuai Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. TIM PORA ini bertugas sebagai pemberi saran kepada pemerintah daerah dan intansi terkait tentang keberadaan orang asing.

Selain itu, tugas startegis Tim PORA nantinya adalah menjadi jembatan jalur koordinasi antar lembaga, untuk penyelesaian segala bentuk permasalahan dalam rangka pengawasan orang asing, termasuk melakukan pendataan secara online, dengan menggunakan aplikasi APOA yang dipasang disetiap hotel dan penginapan untuk mendata keberadaan orang asing.

Lebih lanjut dikatakannya, kota Ambon adalah salah satu pintu masuk yang strategis sebagai tujuan maupun transit lalu lintas orang asing dan barang yang diboncengi oleh kepentingan lain secara illegal, seperti perdagangan orang, penyelundupan manusia, lalu lintas orang serta narkoba, maupun kepentingan bernuansa politik dan ekonomi yang dapat mengancam stabilitas negara dan daerah.

Untuk itu pengawasan secara serius terus menerus dilakukan oleh pihaknya dan dibantu oleh berbagai instansi terkait, sehingga pergerakan orang asing di wilayah Maluku dan khususnya kota Ambon dapat terpantau dengan baik.

Seperti diketahui pada Juli lalu, Kantor Imigrasi Kelas I Ambon berhasil mendata 42 WNA yang berada di kota Ambon. Dalam waktu dekat mereka akan segera dideportasi ke negara asal mereka.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *