Berita Ambon – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kota Ambon mengakui, terbatasnya anggaran membuat beberapa program terpaksa dihentikan. Satu diantaranya adalah program jemput bola.
Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kota Ambon, yang digelar Rabu (24/08).
“Salah satunya adalah program jemput bola pembuatan surat – surat administrasi” Kata Kadis Dukcapil Kota Ambon Hany Tamtelahitu
Disebutkan jemput bola merupakan satu program Disdukcapil untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus surat – surat administrasi kependudukan.
Selain itu, kata Tamtelahutu kegiatan lain seperti sosialisasi oleh petugas Disdukcapil juga tidak berjalan dengan baik karena kendala yang sama.
Menurutnya, cakupan pemutahiran data kepemilikan KTP, KIA serta akte kelahiran tidak dapat di jangkau, karena tidak mungkin petugas melaksanakan kegiatan di lapangan tidak dibekali biaya akomodasi termasuk biaya makan.
Diakui dalam melaksanakan tugas sosialisasi Disdukcapil tidk ingin membenani desa dan kelurahan untuk menanggulangi anggaran tersebut.
Karena keterbatasan anggaran itulah,Dukcapil untuk saat ini hanya melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang datang mengurus berbagai adminduk di kantor Disdukcapil.
Ia menambahkan,untuk membelanjakan program dimaksud Dukcapil Ambon telah mengusulkan anggaran ke pemerintah kota Ambon.
Dirinya berharap DPRD khususnya Komisi I bisa membantu mengakomodir usulan tersebut agar dimaksukan dalam APBD kota Ambon, sehingga program pelayanan masyarakat dapat berjalan. DMS