Berita Ambon -Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam cabang Ambon menggelar aksi demo menolak rencana pemerintah menaikan BBM di depan Kantor Gubernur Maluku. Kamis (01/09)
Selain berorasi mahasiswa juga menyampaikan pernyataan penolakan rencana kenaikan BBM dituangkan dalam berbagai spanduk.
Mereka menilai kenaikan BBM bersubsidi ini akan mengorbankan ekonomi rakyat terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang belum sepenuhnya pulih dari Covid 19 .
Dikatakan, masyarakat mulai bangkit dari keterpurukan akibat bencana non alam tersebut sehingga jika harga BBM naik, maka masyarakat akan menderita.
Selain kenaikan BBM mereka juga meminta pemerintah untuk mencabut kebijakan kenaikan tarif dasar listrik, termasuk memberantas mafia minyak dan gas serta pertambangan dengan melakukan penegakan hukum yang adil dan transparan dari hulu sampai ke hilir .
Afrizal Mukadar Ketua HMI Cabang Ambon mengatakan HMI melakukan aksidemo terkait rencana kenaikan BBM bersubsidi oleh pemerintah yang rencana mulai hari ini.
Dirinya juga meminta atensi pemerintah provinsi maupun pemerintah kota Ambon terkait kelangkaan BBM jenis minyak tanah yang terjadi , karena sebagian besar masyarakat masih menggunakan BBM jenis minyak tanah bukan gas .
Aksi yang di lakukan di Depan kantor Gubernur Maluku mendapat pengawalan dari aparat kepolisian , dan sampai selesainya aksi berjalan dengan tertip.
sebelumnya langkah melakukan orasi juga dilakukan mahasiswa ini di pertigaan di Jalan Jenderal Sudirman Batu Merah dan Balikota Ambon.
Di Balaikota, pengunjuk rasa membawa spanduk berukuran besar berisikan tuntutan aksi. Mereka juga berorasi secara bergantian.
Diketahui, rencana kenaikan berlaku per 1 September 2022, namun hingga kini harga BBM terpantau masih normal.DMS