Jakarta (DMS) – Direktorat Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri menginisiasi kampanye #RiseAndSpeak guna menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak.
Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Nurul Azizah, menyatakan bahwa kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta keberanian masyarakat dalam melaporkan kekerasan berbasis gender, baik dalam bentuk fisik, psikis, eksploitasi ekonomi, maupun seksual.
“Visi kami dalam kampanye #RiseAndSpeak adalah mewujudkan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua, terutama perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya. Kami mendorong setiap individu untuk berani bersuara dan melaporkan setiap tindak kekerasan serta ketidakadilan,” ujar Nurul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, kampanye ini memiliki misi utama untuk mengedukasi masyarakat agar tidak takut melaporkan tindak kekerasan, memperkuat sinergi lintas sektoral, serta mengoptimalkan platform digital sebagai sarana edukasi publik yang efektif.
Selain itu, kampanye ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan instansi terkait dalam menangani kasus kekerasan berbasis gender dan perdagangan manusia.
“Salah satu aspek penting dalam kampanye ini adalah pemberdayaan korban dan pelaku yang merupakan kelompok rentan. Kami ingin memberikan mereka kapasitas dan kemandirian melalui program rehabilitasi, pendampingan psikososial, serta pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
Kampanye #RiseAndSpeak tidak hanya melibatkan edukasi melalui media sosial dan konvensional, tetapi juga menghadirkan kegiatan langsung di masyarakat, seperti lokakarya, konsultasi dengan psikolog, serta layanan curhat bagi para korban kekerasan.
Nurul menambahkan bahwa kampanye ini turut menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, tokoh agama, serta aparat penegak hukum. Salah satu agenda yang akan dilaksanakan adalah “Ngabuburit Bersama Santri Milenial” pada Maret 2025, yang bertujuan mengajak para santri untuk berani berbicara melawan kekerasan dan kejahatan.
“Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan perubahan nyata. Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan ini untuk membangun Indonesia yang lebih aman, inklusif, dan berkeadilan,” tutupnya.DMS/AC