Ambon Terpilih Sebagai Pilot Project Pencegahan Sampah Palstik Di Laut

Ambon-Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan, pemerintah kota Ambon dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi bersama stake holder yang ada di kota Ambon sehubungan guna membicarakan akibat dari bahaya ancaman kantong plastik.

Hal tersebut diungkapkan Louhenapessy di balai kota, Jumat pagi. Menurutnya, sampah plastik yang berada di lautan sangat berbahaya dan berdampak buruk bagi kelanjutan kehidupan di masa mendatang, sehingga jika tidak dilakukan pencegahan dari sekarang , maka di masa mendatang presentase sampah  plastik akan melebihi jumlah ikan di laut.

Terkait hal tersebut maka kota Ambon dipilih oleh pemerintah pusat sebagai pilot project  pencegahan merebaknya sampah palstik di laut. Ditambahkannya, pemerintah kota Ambon merasa gembira sebagai lokasi pilot project tersebut, sehingga mulai dari saat ini seluruh elemen baik pemerintah maupunmasyarakat harus bergandeng tangan untuk menjaga kebersihan laut. Sehingga tahun 2050 ikan di laut tetap banyak.

Dijelaskanya, tanggal  21 Februari  telah ditetapkan sebagai hari sampah international sekaligus akan dilaunching Ambon sebagai pilot project  pencegahan sampah p;astik di laut.Pemerintah Indonesia, akunya mendapat catatan dari lembaga international sebagai negara penghasil sampah plastik nomor 2 terbanyak  di dunia yang mengalir masuk ke laut setelah China.

Presiden Joko Widodo tambahnya  sangat prihatin dengan kondisi itu, sehingga menugaskan menteri lingkungan hidup untuk membenahinya sehingga terpilihlah 22 kota di Indonesia sebagai pilot project termasuk kota Ambon. Pilot project tersebut juga terkait dengan program tas palstik berbayar dimana semua toko yang mengeluarkan tas plastik harus membayar kepada masyarakat sebagai korban dari sampah plastik. Untuk masalah sampah plastik ditekankan  Louhenapessy nantinya akan diatur melalui regulasi peraturan daerah.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *