Anggota Polres Buru Terlibat Narkoba Dituntut 7 Tahun Penjara

Ambon – Wardy Marasabessy alias Wardy, oknum anggota Polres Buru yang menjadi terdakwa kasus dugaan penggunaan dan penjualan narkoba jenis sabu dituntut hukuman penjara selama tujuh tahun oleh jaksa penuntut umum Kejati Maluku.

“Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tauhn 2009 tentang narkotika,” kata JPU Awaludin di Ambon, Rabu.

Tuntutan JPU disampaikan dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim Esau Yarisetou didampingi Rony Felix Wuisan dan Samsidar Nawawi selaku hakim anggota.

Terdakwa juga dituntut JPU untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider lima bulan kurungan.

Yang memberatkan terdakwa dituntut penjara dan denda karena yang bersangkutan adalah seorang anggota Polri tetapi tidak membantu program pemerintah dalam memberantas narkotika.

Sedangkan yang meringankan adalah, terdakwa belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga.

Terdakwa pada hari Sabtu, (11/3) 2017 sekitar pukul 16.30 WIT di tempat Base Camp Pagar Senk Gunung Botak di Dusun Wamsait yang merupakan arael penambangan emas Pulau Buru ditangkap karena memiliki sabu-sabu.

Terungkapnya kasus ini bermula dari saksi Aiptu Bahtiar Teppo melakukan penangkapan terdahadap saksi Ali Alkatiri (dalam BAP terpisah) yang sedang membawa sabu-sabu lalu diinterogasi.

“Saksi mengakui barang tersebut dibeli dari saksi lainnya bernama Gunawan Santoso (dalam BAP tersendiri) dan kini dalam proses penuntutan, sementara Santoso sendiri mengaku membeli satu paket sabu dari terdakwa Wardy senilai Rp2,5 juta,” kata JPU.

Atas keterangan para saksi, Kasat Narkoba Polres Buru AKP Jufri Jawa bersama saksi Bahtiar dan tiga orang rekannya mendatangi terdakwa di lokasi Base Camp Pagar Senk yang terletak di Susun Wamsait, Desa Dava (Kecamatan Waelata) Kabupaten Buru.

Kedatangan mereka ke areal penambangan emas ini untuk menangkap terdakwa dan melakukan penggeledahan sehingga ditemukan barang bukti berupa 16 paket sabu, satu buah dompet warna coklat dan uang tunai Rp60 juta yang terletak di atas tempat tidur.

Polisi juga menemukan satu kotak kanebo berisikan alat hisap sabu (bong) sebuah kotak catte bat berisi sedotan plastik, sumbu pires kaca, cattenbat, korek api, serta enam unit telepon genggam.

“Setelah digiring ke Mapolres Buru untuk diperiksa, terdakwa mengaku mendapatkan barang tersebut dari pamannya bernama Ali Marasabessy sebanyak 49 paket sabu.

Terdakwa menerima sabu dari pamannya yang masih berstatus buron ini di atas Kapal Penyeberangan Feri Wayangan yang jumlahnya mencapai 49 paket.

Hasil pemeriksaan urine terdakwa juga dinyatakan positif oleh dokter karena mengandung amphetamine sehingga yang bersangkutan langsung ditahan.(DMS-Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *