Angkasa Pura Ambon Simulasi Kecelakaan Pesawat

Ambon – PT Angkasa Pura I (Persero) menggelar latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) kecelakan pesawat di landasan pacu bandara Pattimura Ambon.

Simulasi penanganan kecelakaan pesawat dibuat dengan kondisi nyata guna meningkatkan kesiagaan personel dan fasilitas di bandara Pattimura, dalam menyambut pengguna jasa bandar udara, Kamis.

Rangkaian latihan Dirgantara Raharja ke-94 mencakup simulasi kecelakaan pesawat terbang (aircraft accident exercise), kebakaran gedung kargo (fire building exercise), serta penanganan aksi demonstrasi di area bandara (security exercise).

Skenario latihan penanganan kecelakaan pesawat dikabarkan pesawat morela Air boeing 737-900 dengan nomor penerbangan MRL 094 rute Sorong – Ambon, pada posisi 20 NM mengalami emergency yakni mesin nomor dua terbakar.

Pilot berusaha menghubungi Air Traffic Control (ATC) dan diteruskan kepada tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF, pesawat akhirnya mendarat di bandara pada landasan pacu 22.

Saat posisi pesawat hampir mendarat di landasan pacu 22 mesin nomor dua mengeluarkan kepulan asap hitam, miring ke kanan dan terbakar. Penumpang pesawat sebanyak 112 orang dan 7 orang kru berusaha menyelamatkan diri keluar dari dalam pesawat.

Kejadian kecelakaan pesawat tersebut 18 korban meninggal dunia, 33 luka berat, 15 luka sedang dan 41 luka ringan, seluruh korban ditangani sesuai dengan prosedur penanganan korban.

Latihan ini melibatkan sedikitnya 700 personil gabungan dari PT Angkasa Pura I, TNI AU Lanud Pattimura, Perum LPPNPI, kantor Imigrasi kelas I Maluku, kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai, aparat kepolisian, Pemerintah Kota Ambon dan pihak rumah sakit setempat.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura I (Persero) Wendo Asrul Rose menyatakan, simulasi PKD ini, bertujuan untuk menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas dalam rangka Penanggulangan Keadaan Darurat Penerbangan.

Secara berkala pihaknya melaksanakan kegiatan simulasi PKD untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, komando, dan sinkronisasi antar unit dan instansi sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara (Airport Emergency Plan Document) dan Dokumen Program Keamanan Bandara (Airport Security Program Document).

“Tidak hanya menguji penanganan saat kejadian darurat, latihan PKD juga menguji penanganan pasca kejadian, seperti penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters meeters serta penanganan terhadap media melalui simulasi kegiatan media handling,” ujarnya.

Tahun 2017 PKD Dirgantara Raharja diselenggarakan sebanyak lima kali, yaitu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (Maret 2017), Bandara Internasional Lombok (Mei 2017), Bandara Adisutjipto Yogyakarta (Juli 2017), Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (September 2017), dan Bandara Pattimura Ambon (November 2017).

“Latihan ini merupakan salah satu bentuk antisipasi untuk membuat Angkasa Pura I selalu dalam keadaan siap untuk menghadapi kondisi darurat, baik secara sumber daya manusia maupun fasilitas,” tandas Wendo.(DMS-Antara)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *