Antisipasi Masuknya PCC, Dinkes Ambon Koordinasi Dengan BPOM

Ambon- Dinas Kesehatan Ambon berkoordinasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Maluku mengantisipasi peredaran obat jenis Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC).

Kepala Seksi Farmasi Dinkes Ambon, Hence Kotalewala mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPOM Maluku sebagai bentuk antisipasi peredaran obat PCC.

Dinkes Kota Ambon terus melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk mengetahui apakah obat tersebut telah beredar di Kota Ambon ataukah belum.

Peredaran obat PCC ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia karena penjualannya dilakukan secara ilegal. Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar hal tersebut tidak terjadi di Ambon.

Hence memastikan, di Ambon tidak ada peredaran obat tersebut, karena  adanya pengawasan secara ketat terhadap obat PCC, termasuk di semua apotek di Kota Ambon.

Sejauh ini, pihaknya tidak menemukan penjualan obat PCC di Ambon, karena semua penjualan obat di apotek memiliki izin edar.

PCC merupakan campuran obat yang terdiri atas paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. Obat tersebut bekerja menghambat sinyal nyeri dari tulang belakang dan otak.

Paracetamol dan caffeine selama ini dikenal sebagai obat yang dapat diperjualbelikan secara bebas. Kedua campuran tersebut mampu meredakan nyeri. Obat itu tidak tergolong obat keras, artinya tidak berpotensi menimbulkan bahaya yang serius. Sementara Carisoprodol merupakan obat penenang yang digunakan untuk meredakan nyeri akut pada orang dewasa.

Menurut Hence, obat ini tidak boleh salah konsumsi. Apabila terserang penyakit maka dokter menyarankan pemakaian obat ini dua hingga tiga minggu bagi penderita, tetapi harus menggunakan resep dokter.

Dia mengimbau masyarakat yang menemukan penjualan obat itu, segera melaporkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti, karena peredaran obat itu dilakukan secara ilegal. (DMS-Antara)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *