APBD Maluku Tahun 2016 Alami Devisit Rp.26.278 Miliar.

Ambon-APBD Provinsi Maluku tahun 2016 mengalami Defisit sebesar Rp.26.278 miliar. Devisit tersebut setelah Pemerintah Provinsi Maluku membelanjakan berbagai keperluan pembangunan sebesar Rp.2,408 trilyun dari dari realisasi pendapatan sebesar Rp.2,547 trilyun.  

Sebelumnya pendapatan APBD Maluku tahun 2016, ditetapkan sebesar Rp.2,744 trilyun, sementara realisasi pendapatan hanya Rp,2,457 trilyun atau 92,81 %.

Hal tersebut di sampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff, pada rapat paripurna  DPRD Maluku dalam rangka laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan APBD Provinsi Maluku tahun anggaran 2016, berlangsung di gedung DPRD Provinsi Maluku pada, Rabu, 5 Juli 2017.

Assagaff merincikan dari sisi belanja yang ditetapkan sebesar Rp.789 trilyun realisasinya mencapai Rp.2,573 trilyun atau 91,96 %.

Realisasi belanja tersebut terdiri dari belanja oprasional sebesarRp1,653 trilyun, Belanja Modal Rp.753,758 miliar, belanja tak terduga Rp.2,127 miliar, serta belanja tetap sebesar Rp.165,079 miliar.

Untuk sumber pembiayaan ditetapkan sebesar Rp.86,709 miliar, terealisasi Rp.58,893 miliar atau 67,92 %

Pengeluaran sumber pembiayaan ditetapkan sebesar Rp.32,73 milia sedangkan realisasinya mencapai 38,503 miliar atau 11,71 %.

Gubernur Maluku usai penyampaian LPJ 2016 kepada sejumlah wartawan menyatakan capaian kinerja yang diraih juga merupakan hasil kerja bersama, beserta staceholders mulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan sampai evaluasi dan pelaporan atas kegiatan pembangunan, sehingga mendapat penilain Wajib Tanpa Persenan.

Oleh karena itu untuk mempertahakan penilaian profesioanal WTP semua SKP wajib patuh terhadap pengeloaan keuangan secara baik dan dan benar sesuai ketentuan anggaran.

Assagaff mengakui penyerapan anggaran tahun 2016 belum terealisasi 100 % mengingat berbagai kendala, disebakan rentang kendali wilayah Maluku yang terdiri dari pulau-pulau.Oleh karena itu dengan adanya penyerapan anggaran sebesar 92,81 %  dirasa telah maksimal.

Assagaff juga mengakui, berbagai kendala pembangunan akan terus diperbaiki untuk tahun-tahun mendatang, tentunya dengan dukungan masyarakat Maluku untuk tetap menjaga kondusifitas daerah ini.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *