Bangun Kampung Toleransi Pemkot Bandung Belajar Ke Ambon

Ambon-Kehidupan antar umat beragama yang selama ini terkenal penuh toleransi di Maluku dan Kota Ambon, menarik minat berbagai kalangan untuk datang dan mau belajar di Ambon, salah satunya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Pemkot Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang diutus secara khusus Walikota Bandung Ridwan Kamil,  menyambangi ibu Kota Provinsi Maluku  untuk melakukan studi tiru di Ambon dalam upaya mendukung program Pemkot Bandung membangun kampung toleransi di Daerah itu.

Rombongan  dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung Hikmat Ginanjar diterima Walikota Ambon Richards Louhenapessy di Balai Kota Ambon, Rabu, (08/11).

Hikmat Ginanjar dalam mengatakan, tujuan melakukan studi tiru di Ambon kaitan eratnya dengan kehidupan toleransi antar umat beragama di Ambon yang semakin kondusif.

Ia mengatakan Ambon menjadi laboratorium toleransi dan perdamian bagi Kota Bandung, karena dinilai kehidupan toleransi antarumat beragama dapat dengan cepat pulih dan menyatu seperti sediakala paskah konflik sosial 1999 silam.

Ginanjar menilai, Pemerintah Provinsi Maluku lebih khusus Kota Ambon berhasil menciptakan atmosfer toleransi yang tinggi oleh karena itu, kehadiran perutusan Pemkot Bandung untuk belajar  tentang bagaimana menjaga keharmonisan toleransi yang terbangun selama ini.

Ginanjar mengakui belajar dari Ambon sangat penting untuk meminimalisir sikap intoleransi di kota Bandung, rencananya pemerintah kota Bandung akan membentuk kampung toleransi di setiap kelurahan. Kampung percontohan tersebut akan ada dan diterapkan di setiap RW.

Keberadaan kampung toleransi nantinya untuk menjaga kondusifitas dan idealisasi yang datang dari sebuah rumpun masyarakat.

Insert.Hikmat Ginanjar Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung

Walikota Ambon Richards Louhenapessy menyatakan, kehidupan toleransi masyarakat di kota Ambon jauh lebih baik dari dari sebelumnya.

Kesadaran untuk semakin menjaga toleransi menurut Louhenapessy, berkaca dari pengalaman konflik sosial 1999 yang mengahancurkan hampir seluruh  senidiri kehidupan yang terjun bebas dibawah angka nol.

Louhenapessy, menjelaskan paskah konflik, pola pembangunan mental dan spiritual yang selama ini dilakukan di Kota Ambon berhasil membentuk sistem kerukunan umat beragama, sehingga berdampak harmonisasi sosial semakin membaik.

Terbukti dalam tengat waktu 12 tahun paskah Ambon benar-benar kondusif 2005,  pertumbuhan perekonomian dan kemajuan pembangunan meningkat dengan pesat di Kota Ambon.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *