Belasan Kapal Perintis Layani Jalur Terisolasi

Belasan Kapal Perintis Layani Jalur Terisolasi | Berita Maluku

Ambon  – Kepala Dinas Perhubungan Maluku Frangky Papilaja mengatakan belasan kapal perintis yang merupakan bantuan pemerintah ke daerah itu akan dioperasikan untuk melayani berbagai jalur yang dianggap masih terisolasi selama ini.

“Janji pemerintah adalah memberikan 14 unit kapal baru kepada Maluku dan akan dioperasikan untuk melayari rute-rute pelayaran perintis guna membuka keterisolasian daerah,” katanya di Ambon, Senin.

Dia mengatakan kapal berbobot 1.500 GT itu akan dioperasikan mulai 2018 dan rute pelayaran perintisnya sudah ditetapkan pemerintah.

“Sudah ada penetapan kapal perintis masuk daerah tertentu, termasuk di Kecamatan Larat (Tanimbar Utara), Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang diusulkan komisi C DPRD Maluku,” ujarnya.

Ia menjelaskan dengan adanya bantuan kapal dari pemerintah maka seluruh wilayah Maluku akan dimasuki, termasuk kawasan Seram Bagian Timur dan realisasi mulai 2018 seluruh kapal tersebut sudah jalan.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Maluku Anos Jermias mengatakan tidak adanya perhatian Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk mengarahkan kapal penumpang yang melayani jalur pelayaran perintis menuju Kecamatan Tanimbar Utara akan diperjuangkan.

“Kenapa Kecamatan Tanut tidak mendapat perhatian Dishub, padahal daerahnya sangat berpotensi dan calon penumpangnya cukup banyak dan masuknya kapal perintis akan membuka keterisolasian,” katanya.

Kapal perintis yang masih menyinggahi Pelabuhan Saumlaki, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah KM Pangrango dan melanjutkan perjalanan pada beberapa pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Namun, wilayah Kecamatan Tanut tidak disinggahi kapal perintis, sehingga masyarakat dari Kota Ambon hanya bisa turun di Pelabuhan Saumlaki dan melanjutkan perjalan melalui darat ke Kota Larat dan sekitarnya.

Dia mengatakan Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya terisolasi dan disebut miskin karena tidak ada kapal perintis yang masuk, padahal dalam kenyataannya potensi sumber daya alam, baik darat maupun laut, cukup melimpah.(DMS-Antara)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *