Data Penerima Bansos di Kota Ambon Perlu Diverifikasi Ulang Dari RT

4
35
Berita Ambon
Data Penerima Bansos di Kota Ambon Perlu Diverifikasi Ulang Dari RT

Berita Ambon – DPRD Kota Ambon meminta dinas Sosial kota Ambon untuk memverifikasi ulang data mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) sebelum memberikan bantuan Sosial kepada Orang miskin baru yang terdampak Covid-19 di kota Ambon.

Hal ini di sampaikan langsung oleh Anggota Komisi III DPRD kota Ambon Yusuf Wali saat di wawancarai Tim DMS Media Group Kamis 23/04/2020, ia menjelaskan bantuan sosial yang di berikan ke masyarakat seharusnya tepat sasaran, namun fakta dilapangan ditemukan lain, karena beberapa kepala keluarga yang telah menerima bantuan PKH namun namanya juga terdaftar untuk menerima bantuan Sosial.

Ada juga temuan lain di mana seharusnya  satu Kepala keluarga hanya di berikan satu bantuan sosial akan tetapi ada juga beberapa kepala keluarga di temukan di berikan kepada dua orang penerima  bantuan sosial sekaligus.

Untuk itu Wali mengatakan dinas Sosial seharusnya melakukan  himbauan ke seluruh desa dan kelurahan untuk memasukan data baru kepala keluarga penerima bantuan sehingga bantuan yang di berikan tepat sasaran, karena di beberapa lokasi kepala keluarga yang semestinya menerima bantuan tidak menerimanya.

Kesalahan pemeberian bantuan sosial bukan kesalahan dari dinas Sosial Kota Ambon semata namun juga para RT, oleh Karena itu perlu adanya tindakan dan  himbauan dari dinas Sosial ke seluruh desa dan kelurahan untuk memverifikasi data penerima bantuan dari tingkat RT.

“Pembagian bantuan sosial terhadap orang-orang  miskin baru dampak covid-19  dari dinas Sosial kota Ambon, perlu dinsos meminta kepada Desa, Kelurahan yang memasukan data kepada Dinsos yang diterima dari RT setempat perlu melakukan verifikasi kembali terkait data penerima bansos karena ada temuan di daerah Pandan kasturi ada penerima PKH, tetapi namanya masuk dalam penerima bansos tersebut” ujar Yusuf Wali.

Dinas Sosial diminta melakukan verifikasi data, karena data yang masuk masih ada yang tidak sesuai dengan petunjuk penerima karena dalam satu kepala keluarga yang seharusnya menerima satu bantuan akan tetapi ada juga dalam satu keluarga di berikan dua bantuan sekaligus, hal yang sama juga terjadi pada beberapa keluarga yang telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan ( PKH ) masuk dalam data penerima bantuan sosial. Berita Ambon radiodms.com

4 KOMENTAR

  1. BETUL SEKALI PERLU DI DATA ULANG KARNA BANYAK JUGA DI AREA LAHA PUN SAMA ADA YG TAK PANTAS UNTUK TERIMA BANTUAN MALAH MEREKA TERIMA. DAN YG PANTAS UNTUK TERIMA MEREKA TAK DPT BIAR SEDIKIT BANTUAN DARI DINSOS, KEREKA MEMENTINGKAT KERABAT MEREKA SENDIRI. INI SUDAH TAK BENAR. BAIKNYA DI DATA ULANG LANGSUNG DARI DINSOS ATAU DESA SETEMPAT.

  2. Benar sekali karena saya sendiri sebagai sopir angkot yg terdampak covid 19 dan sekarang sudah tidak dapat menarik angkot lagi alias penggangguran juga tidak terdata baik dari program keselamatan dari kertas maupun bansos dari tingkat RT, maupun yg lainnya.

  3. Benar sekali harus didata ulang karena saya sendiri sebagai sopir angkot yg karena terdampak coxid 19 sekarang tidak lagi dapat menarik angkot alias pengangguran tidak terdapat dalam bansos kertas pkh, dan bansos dinsos yg didata oleh RT malah yg terdata hanya
    mereka yy sudah pernah masuk dalam data keluarga miskin data tahun lalu

  4. SEBAIKNYA DI DATA ULANG SEBAB SEBAGIAN BESAR BANTUANNYA DI BERIKAN UNTUK TUKANG BECA, SUPIR ANGKOT DAN OJEK BAHKAN BUKAN SEKALI TETAPI BERULANG KALI SEMENTARA YANG TIDAK PUNYA PENGHASILAN TETAP YANG TINGGAL DI RUMAH TIDAK DI BERIKAN MOHON DINAS SOSIAL TURUN LANGSUNG DAN DATA ULANG SEKALIGUS MELIHAT KEBENARAN NYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here