Harga Ayam Dan Sayur Mayur Melonjak Di Kota Ambon

0
15
Berita Ambon
Harga Ayam Dan Sayur Mayur Melonjak Di Kota Ambon

Berita Ambon – Harga ayam potong, sayur-sayuran dan sejumlah bumbu masak mengalami kenaikan yang cukup siknifikan di saat pandemi Covid-19 dan tingginya curah hujan yang terjadi di kota Ambon dalam beberapa pekan terakhir ini sehingga para pedagang pada kawasan pasar tradisional Mardika dan Batu Merah kota Ambon menaikan harga.

Pantauan tim DMS Media Group di kawan Pasar Mardika dan Batu Merah Saptu 11/07/2020 terlihat para pedagang tidak sepadat seperti biasanya sebelum pandemic Covid-19 mewabah di kota Ambon ini terlihat dari adanya beberapa meja tempat para penjual ayam potong tidak terisi dengan dagangan mereka.

Farit salah seorang penjual ayam potong saat di wawancarai menjelaskan kurangya rutinitas para penjual ayam potong segar ini diakibatkan karena kekurangan stok ayam untuk di perdagangkan oleh mereka.

Sementara ayam potong segar yang di pelihara di beberapa tempat di kota Ambon ini biasanya anakan ayam di datangkan dari pulau Jawa, dengan adanya pandemic covid 19 stok anakan ayam yang di masukan ke kota Ambon dalam beberarapa bulan belakangan ini mengalami kendala sehinga terjadi peningkatan harga jual yang sangat mahal.

Farit mengatakan dulu harga  harga ayam yang di jual perekornya hanya RP 23.000 sampai dengan Rp32 .000 kini harganya mencapai Rp 60.000 per ekornya tergantung besar dan kecil ukuran ayam tersebut.

Sementara itu  Sarmi salah satu pedagang yang sehari-hari berjualan beberapa jenis sayur mayur dan bumbu masak saat di wawancarai tentang harga sayur yang di jual menjelaskan sayur dan jenis bumbu masak seperti cabai tomat dan beberapa jenis lainya mengalami kenaikan dalam beberapa hari belakangan ini di akibatkan curah hujan yang cukup tinggi.

Sarmi mengatakan sayur yang di jual saat ini seharga Rp 8.000 sampai dengan Rp10.000 per ikatnya baik itu sayur kangkung , sayur sawi, bayam dan beberapa jenis lainya.

Harga ayam , sayur mayur dan bumbu masak yang mengalami kenaikan yang di jual pada kawasan pasar tradisional Mardika dan Batu Merah ini banyak di datangkan dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa namun ada sebagai juga dari daerah pulau Seram.

Selain faktor cuaca serta ketersedian stok, kenaikan harga juga di sebabkan karena kondisi saat ini di mana pandemi covid-19 masih melanda Indonesia, banyak rutinitas masyarakat yang dibatasi termasuk transportasi. DMS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here