Kecamatan Nusaniwe dan Sirimau Ambon Masuk Zona Merah Covid 19

7
37
Berita Ambon
Kecamatan Nusaniwe dan Sirimau Ambon Masuk Zona Merah Covid 19

Berita AmbonKecamatan Nusaniwe dan Sirimau masuk dalam daerah yang dikategorikan zona merah atau rawan penyebaran covid-19 di wilayah kota Ambon sehingga perlu diwaspadai oleh warga kota guna menghindari pandemi covid-19.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh wali kota Ambon Richard Louhenapessy saat mengadakan jumpa pers bersama sejumlah wartawan di aula balai kota Ambon pada Kamis 30/04/2020, Ia menyampikan beberapa hal penting terkait dengan penanganan pandemi covid-19 di wilayah kota Ambon.

Wali kota menjelaskan di provinsi Maluku, kota Ambon masuk dalam zona merah sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah pusat lewat kementerian Kesehatan RI, dan penetapan Ambon sebagai zona merah bukan berdasarkan kemauan pemerintah kota Ambon atau provinsi, oleh karena itu hal ini perlu diketahui masyarakat sehingga tidak menimbulkan polemik.

Saat ini, kata wali kota  yang harus menjadi perhatian bersama adalah masyarakat mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap waspada ditengah-tengah pandemi covid-19, dengan mengikuti atuaran yakni menjaga kesehatan diri, mulai dari selalu mencuci tangan setaip saat, menggunakan masker saat keluar rumah, dan jika tidak mempunyai keperluan mendesak dianjurkan tetap dirumah, selain itu dilarang berkumpul dalam jumlah yang banyak.

Ditegasakan wali kota khusus dalam wilayah kota Ambon terdapat dua kecamatan yang telah ditetapkan sebagai wilayah zona merah dan rawan covid-19, masing-masing kecamatan Nusaniwe dan kecamatan Sirimau, untuk itu masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan diri dengan tetap menjaga kesehatan pada lingkungan tempat tinggal.

“Jangan dipersoalkan tentang zona yang penting ini sudah betul – betul rawan, dan virus ini tidak memandang di mana daerah yang di tempati oleh karena itu mari kita antisipasinya secara bersama, di Ambon ada dua kecamatan kecamatan Nusaniwe dan kecamatan Sirimau zona itu yang betul – betul rentan zona merah”  ungkap Richard Louhenapessy.

Lebih lanjut dikatakan wali kota, dengan penetapan kota Ambon masuk dalam zona merah oleh Kementerian Kesehatan RI, maka selaku wali kota dirinya telah mengusulkan untuk Ambon diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, ke pemerintah pusat lewat kementerian Kesehatan RI.

Langkah ini diambil karena melihat situasi dan kondisi kota Ambon saat ini, yang perlu segera dilakukan pemberlakukan PSBB, guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, pemerintah kota Ambon, kata wali kota telah siap jika diberlakukannya PSBB di wilayah kota Ambon.

Jika pemberlakukan PSBB diterapkan dalam kota Ambon, maka seluruh warga diwajibkan untuk menaati aturan dan ketentuan yang menjadi dasar dari penerapan PSBB, dimana adanya pembatasan-pembatasan ruang gerak warga, guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di kota Ambon. Berita Ambon radiodms.com

7 KOMENTAR

  1. Harus Jelas Kabarnya, masyarakat hrs tau daerah mana yg banyak terkena dampak covid ini… desa, dusun atau RT/RW mana?? agar masyarakat jg bs antisipasi ke daerah tsbt, pemerintah jg hrs isolasi daerah trsbt, agar tdk terdampak ke area lain.. jgn dibiarkan bebas kesana kemari… masyarakat tggl dirumah, klo yg berpenghasilan tdk apa”, tp rakyat jelata bgmn?? kira gampang suruh pake masker tggl dirumah, mmg trus mw makan apa org yg gaya hidupnya rendah..

    tangani dan antisipasi secepatnya, klo sdh tw daerah dan org yg terkena dampak ini tindakannya jgn kasih berkeliaran kemana”… agar pasar, toko, warung jg aman krn perputaran uang berada disana..

    mudah”an Amq aman dr covid 19 agar perekonomian serta dampak pada rakyat jg tdk terlalu lama…

    Tuhan Berkati semuanya…
    Tuhan Berkati Pemerintah Kota Ambon dari atas sampai yg plg bawa…
    🙏🙏🙏

  2. Kalau ga mau jadi zona merah harus ada tindakan cepat di wilayah yg terkena virus harus di sisir setiap warga di lakukan tindakan tes seluruh warga di lokasi yang terjangkit virus Corona

  3. Permainan Pemkot dan Pemprov agar dana semakin besar mengalir padahal kerjanya cuma himbauan….kmaren katanya yg pakai masker hanya yg sakit, sekarang wajib. Ini tandanya sikap yg plin/plan dari pemerintah…dijamin…bhwa selesai wabah Corona, banyak pejabat kaya raya…!!!

  4. ini bukti tidak tanggapnya gubernur maluku dan walikota ambon yg lambat mengantisipasi penyebaran virus corona, persoalan penyebarannya seharusnya sudah sejak awal harus dpt di antisipasi sejak dini sejak ditemukannya kasus 01, gubernur dan walikota sdh harus secepatnya melakukan penutupan pelabuhan yosudarso dan pelabuhan slamet riadyh, utk membatasi arus masuk penumpang dari luar wilayah maluku, bukan setelah adanya peningkatan kasus baru lalu dilakukan penutupan, ini sdh merupakan langkah yg terlambat yg dilakukan kedua pimpinan daerah kita

  5. Bukti Penetapan dari Kementerian Kesehatan itu ada ka zn…? jang pake pendekatan kementerian kesehatan padahal kemenkes tidak pernah menetapkan Zonasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here