Dinilai Tidak Transparan Pembagain BLT, Warga Desa Waru SBT Protes

0
16
Berita Seram Bagian Timur (SBT)
Dinilai Tidak Transparan Pembagain BLT, Warga Desa Waru SBT Protes

Berita Seram Bagian Timur (SBT), Bula – Pelaksanaan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berlangsung di desa Waru  Kecamatan Teluk Waru, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendapatkan protes dari warga setempat dan hampir  berujung ricuh, Jumat 19/06/2020.

Warga mengaku pembagian (BLT) yang diambil dari Dana Desa (DD) bagi masyarakat yang terdampak Virus Corona sebagian tidak merata dan tidak sesuai dengan kriteria, mereka mengakui pendataan BLT untuk warga yang berhak mendapatkan BLT dan tidak berhak mendapatkan BLT tidak sesuai dengan kriteria dan juga peraturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI.

Aksi protes masyarakat ini nyaris berujung ricuh antara salah satu petugas kecamatan dan warga di Balai Desa Teluk Waru, namaun dengan kesikapan pihak kepolisian yang dibantu TNI di lokasi, maka kericuhan tersebut dapat diselesiakan dengan baik antar warga dengan petugas desa.

Ye Ali Alhamid salah satu warga negeri Waru dalam protesnya menegaskan pemerintah desa Waru dinilai tidak transparan dalam pelaksanaan pembagian BLT, hal ini terlihat dari pendataan yang dilakukan oleh petugas banyak warga yang berhak mendapatkan namun pada faktanya tidak mendapatkannaya, selain itu juga pemerintah desa seharusnya penempelkan nama-nama warga yang berhak meneriam pada tempat-temapt umum sehingga bisa diketahui warga, namun hal itu tidak dilakukan.

Oleh karena itu bersama dengan warga lainya ia meminta petugas pemerintah desa verifikasi kembali data yang telah diambil setiap dusun untuk secara teliti melihat warga yang berhak dan tidak berhak mendaptkan BLT sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Masalahnya tidak ada transparansi kemudian ada pungutan – pungutan di BLT dan PKH desa yang besar  ini tidak mempunyai persiapan dan data sama sekali penyaluranya asal – asalan tidak berdasarkan apa – apa katong jua seng tau ini berdasarkan KK berdasarkan nama ka itu yang terjadi par katong saat ini, transparansi sebenarnya tidak ada yang katong inginkan harus di sampaikan atau di pajang di tempat – tempat umum atau dari rumah ke rumah lalu orang bisa mengerti bisa tau kenapa sampai belum dapat atau dong seng dapat” Ujar Alhamid.

Sementara itu kepala kecamatan Teluk Waru Tuti Juluniar Firdaus Menyulu menjelaskan secara umum diwilayah kecamatan Teluk Waru seluruh proses tahapan pelaksanaan pembagian Bantuan Langsung Tunia (BLT), berjalan dengan lancar, walapun diakuinya di desa Waru ada protes dari beberapa warga, yang sempat menimbulkan ricuh namun sejauh ini dapat diselesiakan secara baik oleh petugas setempat bersama dengan perangkat desa.

Menurutnya protes warga desa Waru, soal pendataan, karena saat ini sebagaian data belum masuk secara keseluruhan, untuk itu dirinya memastikan bahwa jika nantinya seluruh data telah masuk, maka dipastikan semuanya mendapatkan apa yang menjadi hak warga.

“Kalu di desa yang lain tu alhamdulilah tidak ada sama skali dan di selesaikan dengan baik Cuma tadi sedikit di negeri Waru , sedikit agak ricuh ini karena terkait dengan data ini karna beta sulia kondisi beberapa desa harapanya kedepanya lebih baik dalam memperifikasi data. Ujar Tuti Menyulu.

Selaku camat, dirinya memastikan seluruh proses pelaksanaan pembagian BLT di kecamatan Teluk Waru semuanya berjalan dengan aman dan lancar, walupun ada beebrapa warga yang melakukan protes , namun semuanya bisa diselesiakan dengan baik, hal ini dikarenakan  petugas kembali melakukan verifikasi kembali data para peneriama BLT secara bersma-sama dengan warga setempat.

Kedepannya diharapkan persoalan-persolan yang muncul, dibeebrapa desa dan dusun, tidak lagi terjadi dikemudian hari, petugas juga diminta untuk lebih selektif dan tranparan dalam melakukan pendataan kepada warga yang benar-benar berhak menerima bantuan agar tidak lagi salah sasaran.

Sesuai informasi yang disampaikan oleh warga setempat, yang menerima BLT secara keseluruhan sebanyak 187, namun sebagian Kepala Keluarga (KK) desa Waru disinyalir telah menerima bantuan sosial lainnya tetapi nama mereka juga masuk dalam pendataan BLT, hal inilah yang menjadi persolan sehingga memicu protes warga. Berita Seram Bagian Timur radiodms.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here