Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku Tengah, Maluku, pada kedalaman 141 km.
“Dengan mempertimbangkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini tergolong sebagai jenis gempa bumi menengah, disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Banda,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis.
Daryono menambahkan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust-fault).
“Meskipun demikian, hasil pemodelan menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami,” tambahnya.
Gempa ini terjadi pada pukul 07.43 WIB, berlokasi di koordinat 7,07 lintang selatan dan 129,94 bujur timur, atau tepatnya di laut sekitar 181 km arah Barat Laut Tanimbar, Maluku.
Daryono menyatakan bahwa gempa ini dirasakan di Saumlaki dengan skala intensitas II MMI (modified mercally intensity), yang berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi tersebut,” ujarnya.
Daryono menegaskan bahwa hingga pukul 07.49 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). DMS/Antara