BPOM Belum Temukan Peredaran Obat PCC di Ambon

Ambon-Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon hingga saat ini belum menemukan adanya peredaran tablet Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang mengandung Carisoprodol atau Karisoprodol di Maluku dan khususnya di kota Ambon.

Kepala BPOM Ambon, Sandra Lintin menjelaskan bahwa, sejauh ini berdasarkan pengawasan di lapangan, BPOM Ambon belum menemukan adanya pihak tertentu yang menjual obat ini secara bebas. Karena sejak tahun 2013 lalu, BPOM telah melakukan penarikan secara menyeluruh dari peredarannya.

Jika nanti ditemukan ada yang sengaja menjual kembali jenis obat tersebut dimasyarakat maka hal itu merupakan tindakan pelanggaran hukum  karena dikategorikan illegal.

Dijelaskan Lintin, obat PCC yang mengandung Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol ini  adalah untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri yang hebat pada manusia, namun karena efek sampingnya cukup berbahaya dan banyak disalahgunakan, maka BPOM telah melakukan penarikan secara menyeluruh diseluruh Indonesia termasuk di Maluku.

Dikatakan Lintin menyikapi kasus yang terjadi di Kendari beberapa waktu lalu, pihak BPOM Ambon akan lebih gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna mengantisipasi kasus yang sama terjadi di Ambon.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus penyalahgunaan Paracetamol Cafein Carisoprodol atau PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dalam situs resminya bpom.go.id, BPOM menyatakan tablet bertuliskan PCC yang dikonsumsi pelajar Kendari positif mengandung Karisoprodol.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *