Berita Malteng, Tananahu – Seekor buaya buas yang sudah sejak lama diincar karena sering memangsa hewan peliharaan warga Negeri Tananahu, Kecamatan Teluk Elpaputih, Maluku Tengah, berhasil ditangkap warga pada Jumat (2/01) dinihari.
Buaya dengan ukuran hampir mencapai 3 meter itu akhirnya dibunuh oleh warga setempat. Warga takut karena spesies anggota famili Crocodylidae itu sudah beberapa kali memangsa hewan peliharaan warga dan memakan bangkai hewan yang sudah mati.
Predator muara dengan nama latin Crocodylus Porosush ini, diketahui muncul, pada Kamis tengah malam. Steven Rumalatea pertama kali mencurigai adanya kemunculan buaya itu dari jejak kaki.
Saat itu Steven hendak pergi memancing ikan di pesisir pantai tidak jauh dari rumahnya.
Dengan menggunakan senter di kepala, Steven kemudian mengikuti jejak kaki buaya tersebut menyusuri sungai Watenu. Sungai tersebut tidak terlalu besar dan dalam kondisi kering.
Awal penelusuran, Steven tidak menemukan adanya buaya dalam sungai itu, Dia kemudian berbalik arah kembali ke pantai. Setiba dekat talut penahan ombak yang tidak jauh dari rumahnya, buaya jumbo itu akhirnya ditemukan.
Bersama beberapa warga buaya itu akhirnya dibunuh. Keberadaan buaya itu baru diketahui warga Tananahu dan menjadi heboh pada Jumat pagi sekitar pukul 06:00 waktu setempat.
Menurut cerita warga, buaya ini sering kali muncul dan terlihat laut dekat bibir ombak, bahkan naik dan masuk di sungai kecil dekat pemukiman warga untuk mencari mangsa. Sudah beberapa kali buaya ini dikejar warga namun hewan ini selalu berhasil lolos.
Raja Negeri Tananahu, Yulia Awayakuane yang dikonfirmasi DMS Media Group via Seluluer, Jumat (27/01) siang membenarkan adanya penemuan buaya jumbo itu.
Ia juga membenarkan kalau buaya tersebut telah dibunuh, karena warga sangat takut dan trauma dengan keberadaan hewan melata itu yang seringkali terlihat.
Dijelaskan beberapa waktu lalu, buaya tersebut sempat dikejar oleh warga karena memangsa hewan peliharaan. Dalam pengejaran itu, warga sempat memotong ekor buaya tersebut.
Buaya ini juga diduga yang memangsa salah satu nelayan warga Awaya yang saat itu sedang menimba ikan puri di pantai pelabuhan Awaya.
Yulia yang juga Ketua Latupati Maluku Tengah, mengingatkan kepada masyarakat Tananahu agar lebih hati-hati dalam beraktivitas, lebih khususnya kepada nelayan.
Dirinya juga menghimbau orang tua agar mengawasi anak-anak mereka untuk tidak sering mandi air laut ataupun bermain di kali, karena ditakutkan masih ada buaya yang lain.
Ina Latu Negeri Tananahu ini juga meminta Balai Konservasi Sumdar Daya Alam (BKSD) Maluku, melakukan pengecekan tentang keberadaan anak-anak buaya yang kerap kali dilihat warga sering muncul di salah satu sungai di Awaya. DMS