Berita Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon meminta Bulog wilayah Maluku menyiapkan kios pengendali di Pasar Mardika untuk menjaga inflasi daerah.
“Kios pengendali kerja sama Bulog dan TPID Kota Ambon akan melakukan penjualan beras gula terigu telur ayam setiap hari di Pasar Mardika sebagai kios pengendali menjaga harga pasar dengan menjual barang Bulog,” kata Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan, keberadaan kios pengendali masyarakat bisa memantau perkembangan harga riil terbaru dari Bulog, serta tidak perlu membeli ke gudang Bulog.
“Masyarakat yang mau beli beras tidak perlu beli di gudang Bulog karena butuh biaya transportasi, cukup mereka beli di situ saja supaya langsung dengan toko penjualan,” katanya lagi.
Bodewin menyatakan, komoditas yang dijual di kios tersebut akan mencakup komoditas strategis dan penyumbang inflasi lain.
Kios tersebut juga dibuka bukan untuk menjadi pesaing pedagang pasar, melainkan bertujuan menstabilkan harga komoditas, sehingga konsumen dan pedagang di pasar tradisional lain, dan pasar modern bisa menggunakan kios itu untuk mendapatkan referensi harga.
Pihaknya juga akan memantau Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Bulog di pasar, agar tidak lagi ada pedagang yang menjual beras di atas HET.
“Kami akan tegas soal HET beras Bulog, satgas pangan akan melakukan pengawasan didukung TNI, Polri, dan pihak Kejaksaan agar tidak lagi ada yang menjual harga beras Bulog di atas HET, karena hal tersebut yang memicu inflasi, ” ujarnya pula.
Sementara itu Pimpinan Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara Saldi Aldrin, meminta para pedagang untuk menjual harga beras sesuai HET sebesar Rp11.800 per kilogram.
“Kami minta pedagang untuk menjaga harga beras di pasar karena dengan harga yang stabil maka inflasi akan terkendali,” katanya.(Antara-DMS)