Bupati SBT Abdullah Vanath mengakui lakukan TPPU 2,5 M

AMBON-Bupati Seram Bagian Timur, Abdullah Vanath, akhirnya mengakui melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp.2,5 miliar dari kas daerah Pemda SBT ke rekening giro milik pribadinya.

Hal tersebut dijelaskan oleh Direskrimrus Polda Maluku, Sulistiyono kepada Pers di ruang Kabid Humas, Polda Maluku.

Pengakuan Vanath setelah  2 kali diperiksa oleh tim penyidik Reskrimsus Polda Maluku yaitu pada hari Rabu dan Kamis pekan lalu .

Berdasar hasil penyidikan, dana tersebut sebelumnya adalah milik Kas Daerah Pemda SBT, kemudian di alihkan ke rekening Giro dan Deposito masih atas nama Pemda SBT, kemudian dipindahkan menjadi milik pribadi Abdullah Vanath. Tujuan dari pengalihan tersebut untuk dijadikan anggunan oleh Vanath dalam melakukan pinjaman uang di Bank Maluku senilai Rp. Miliar, namun Bank Maluku menolak permohonan tersebut.

Anehnya, uang milik Pemda SBT tersebut yang seharusnya dikembalikan namun Vanath tetap menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadinya.

Selain 2,5 miliar, Vanath juga diketahui melakukan tindakan pencucian uang lainnya yang bertsumber dari kas daerah SBT, yang diperkirakan mencapai Rp. 500 juta. Tindakannya dalam bentuk pengalihan simpanan dari kas daerah ke rekening pribadi maupun pengambilan secara tunai.

Sulistiyono menambahkan, pihaknya telah menyiapakan sejumlah alat bukti dan saksi untuk melakukan proses hukum bupati SBT, Abdullah Vanath hingga ke Pengadilan.

Selain saksi dan alat bukti, Reskrimsus Polda Maluku juga telah meminta keterangan saksi ahli yaitu saksi ahli Perbankan, saksi ahli hukum ketetanageraan dan saksi ahli

Sulistiyono menargetkan kasus ini akan diserahkan pengadilan negeri Ambon guna disidangkan di awal 2015.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *