China Gelar Kongres Partai Komunis di Beijing

Beijing – Kongres Partai Komunis China, mulai diselenggarakan Rabu (18/10) dalam penjagaan ketat otoritas keamanan.

Ketua partai sekaligus Presiden China, Xi Jinping, menyambut lebih dari 2.000 peserta kongres di ibu kota China, Beijing.

Kongres yang selalu digelar tertutup tersebut merupakan agenda lima tahunan. Forum itu menentukan pemimpin China dan arah pembangunan negara tersebut dalam lima tahun mendatang.

Xi yang menjadi Presiden China pada tahun 2012 mulai mengkonsolidasikan kekuatan agar dapat bertahan sebagai orang nomor satu di partai komunis itu.

Kongres Partai Komunis China dijadwalkan berakhir pekan depan. Segera setelah kongres tersebut ditutup, partai itu akan mengumumkan anggota Komite Polibiro, badan internal partai yang berwenang mempengaruhi kebijakan pemerintah China.

Dalam pidatonya, Xi memaparkan capaian pemerintahnya. Ia mengatakan, “sosialisme yang mampu berpadu dengan karakter China di era modern” menunjukkan “negaranya “telah menjadi kekuatan besar di dunia”.

Xi menyatakan, China tidak akan meniru kebijakan politik luar negeri negara lain.

Selain itu, Xi juga memaparkan sejumlah hal lain:

Dua tahap dalam rencana China memodernisasi sistem sosialisme, dengan target waktu 2020 dan 2035

Mengultimatum separatisme, secara langsung Xi merujuk pada gerakan kelompok pro kemerdekaan di Xinjiang, Tibet, dan Hongkong, serta menyatakan kembali bahwa Taiwan adalah bagian dari China

Menyatakan China tidak akan menutup negaranya dari dunia luar dan menjanjikan reformasi perekonomian, termasuk mengurangi penghalang masuknya investasi asing.

Xi juga angkat bicara tentang penindakan kasus korupsi anggota Partai Komunis China, yang telah menghukum lebih dari satu juta pejabat, kata koresponden BBC di Beijing.

Selama kongres berlangsung, Beijing dihiasi banyak bendera, spanduk, dan pertunjukan meriah.

Namun, ibu kota China itu kini sedang dalam kondisi waspada. Pekan ini antrean panjang terlihat di stasiun kereta api menyusul pemeriksaan tambahan di titik-titik transportasi.

Kongres Partai Komunis China juga berdampak ke aktivitas perekonomian di Beijing. Sejumlah restoran, pusat kebugaran, tempat hiburan malam dan karaoke tutup karena aturan keamanan yang diperketat.

Sementara itu, situs penyedia jasa pemesanan akomodasi perjalanan seperti Airbnb terpaksa membatalkan pesanan pelanggan mereka di pusat Beijing.

Adapun, kampanye penghematan yang digagas Xi Jinping diterapkan dalam kongres Partai Komunis China, dengan pemotongan anggaran untuk dekorasi, serta sajian buah gratis dan makanan mewah bagi para delegasi.

Beberapa pengamat yakin, selama kongres Xi akan menancapkan kedudukannya sebagai pimpinan partai.

Media massa milik pemerintah China menyebut partai Komunis China berencana mengubah anggaran dasar dan rumah tangga mereka untuk mengakomodasi “laporan kerja” dan pemikiran politik Xi.

Rencana itu disebut akan meningkatkan status Xi menjadi setara dengan pemimpin besar Partai Komunis China seperti Mao Zedong dan Deng Xiaoping.

Sejak menjadi presiden, Xi menerapkan kontrol ketat di internal partai maupun masyarakat China secara umum. Xi meningkatkan cakupan sensor serta menahan aktivis dan pengacara.

Di bawah kepemimpinan Xi, modernisasi dan reformasi China berkembang pesat, begitu pula dengan pengaruh mereka di dunia internasional. Dengan capaian itu, Xi terus mendapatkan dukungan dari sebagian masyarakat China. (DMS-detikcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *