Berita Internasional, Beijing – China melaporkan lonjakan besar dalam rawat inap COVID-19 dalam seminggu hingga 15 Januari ke level tertinggi sejak pandemi dimulai, menurut laporan mingguan yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis.
Namun, WHO mengatakan pihaknya menunggu “data provinsi terperinci yang dipilah berdasarkan minggu pelaporan” pada hampir 60.000 kematian rumah sakit terkait COVID-19 yang dilaporkan oleh China minggu lalu dan tidak memasukkannya ke dalam penghitungan.
Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena penyakit ini di China naik 70% menjadi 63.307 dibandingkan minggu sebelumnya, menurut laporan WHO berdasarkan data yang disampaikan oleh Beijing. Ini adalah angka mingguan tertinggi yang dilaporkan China sejak COVID-19 pertama kali muncul lebih dari tiga tahun yang lalu.
Pada awal Desember, Beijing secara tiba-tiba membubarkan rezim anti-virus tiga tahun yang ketat dengan sering melakukan pengujian, pembatasan perjalanan, dan karantina wilayah setelah protes yang meluas pada akhir November, dan sejak saat itu kasus melonjak di negara berpenduduk 1,4 juta jiwa tersebut.
WHO dan pihak-pihak lain mengatakan bahwa China telah melaporkan skala wabah secara tidak akurat dan telah berulang kali meminta data yang lebih rinci, termasuk mengenai kematian, kematian berlebih, dan sekuens genetik. DMS
Sumber : Reuters