Demokrat: Opsi Pilihan Balon Wagub Tergantung Assagaff

Ambon – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Maluku, Marcus Pentury mengatakan, opsi pemilihan pasangan balon wakil gubernur untuk pilkada langsung 2018 tergantung pada Said Assagaff selaku kandidat.

“Pertanyaan seperti ini mestinya dijawab oleh kandidat gubernur tentang posisinya seperti apa karena itu soal pilihan,” katanya di Ambon, Kamis.

Marcus Pentury dikonfirmasi terkait masih adanya keinginan dan harapan Said Assagaff yang juga selaku ketua DPD Partai Golkar Maluku agar PDI Perjuangan bersama PPP memberikan rekomendasi kepada dirinya.

Kemudian F-Golkar DPRD Maluku dalam rapat paripurna tentang penyampaian kata akhir fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2018 melalui juru bicara fraksinya, Ramly Mahulette kembali meminta dukungan kedua parpol itu untuk bergabung mendukung Said Assagaff sebagai calon gubernur petahana.

Sementara Partai Demokrat telah memberikan dukungan rekomendasi secara paket kepada pasangan balon gubernur-balon wagub Said Assagaff-Andreas Rentanubun.

“Kalau bicara tentang pilihan lalu kita merespon itu kan soal opsi saja, kalau pilihannya pak Bib (Said Assagaff) yang direkomendasikan bersama Andre nanti beliau yang pilih, apakah konsistensi tetap atau tidak,” ujar Marcus Pentury.

Pertanyaannya, apabila terjadi pergeseran-pergeseran lalu sikap Partai Demokrat bagaimana, harus jelas dalam kapasitas dan kompetensi sebagai ketua fraksi, dirinya menyampaikan bahwa semua pertimbangan DPP Partai Demokrat pasti ada.

“Memberikan rekomendasi pasangan balon tentu sudah melalui berbagai komunikasi yang intensif dan paripurna terkait dengan komitmen rekomendasi yang diberikan,” tandasnya.

Sehingga menurut filing politiknya, tidak terjadi pergeseran karena secara psykologi politik pak Bib hari ini sudah didukung Demokrat dan Golkar sudah memenuhi ketentuan formal.

“Pendekatan politiknya secara sederhana ada di situ, dan kalau pun rekomendasi-rekomendasi yang lain diharapkan memberikan dukungan terhadap proses yang sudah ada, itu hitungan yang sangat mudah dan hitungan politik ke arah koalisi sudah tuntas,” katanya.

Sehingga kalau ditanya pergeseran itu bukan domain dirinya, namun ada pada kandidat yang sudah mendapatkan rekomendasi.

Tetapi DPP Partai Demokrat dengan segala pertimbangan tentu membuat hal itu yang rasional secara politis dan strategis.

Menurut dia, mudah-mudahan PDI Perjuangan dan parpol lainnya tidak memberikan opsi dan Partai Demokrat berharap semua bisa mengikuti proses yang ada hari ini.

“Kita akan bergerak dalam sebuah koalisi bersama dan ada kecenderungan, misalnya PKS, tetapi soal opsi-opsi yang bergeser itu bukan lagi pada kita dan berpulang pada kandidat,” kata Marcus. (DMS-Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *