Diknas Maluku Tegaskan Sekolah Tidak Boleh Memaksa Pembelian Seragam

Ambon-Kepala Dinas Provinsi Maluku M. Saleh Thio menegaskan sekolah tidak boleh memaksakan orang tua siswa untuk membeli kebutuhan seragam sekolah.

Saleh Thio menyarankan, agar sekolah menentukan jenis seragam dan selanjutnya orang tua yang membelanjakanya ke toko.

Hal ini dikatakan Saleh Thio,  untuk meminimalisir spekulasi pihak sekolah melalui oknum-oknum guru yang memanfaat tradisi tahun ajaran baru dimana orang tua diwajibkan membayar seragam melalui sekolah.

Menurutnya,persoalan seragam kerap terjadi pada momentum penerimaan peserta didik (PPD) ketika ada kesan sekolah mewajibkan orang tua untuk membeli seragam melalui sekolah.

Menurutnya, pada dasarnya ada dua jenis kebutuhan sekolah, yakni biaya investasi, seperti membangun gedung, dan fasilitas yang untuk negeri ditanggung oleh negara.

Ia mencontohkan kebutuhan operasional yang bersifat personal, seperti ongkos naik kendaraan umum, sarapan, kebutuhan sekolah per orang, yang mencakup seragam sekolah.

Ia membenarkan untuk jenis seragam khas yang tidak ada di pasaran, seperti batik dan baju olahraga yang biasanya terdapat simbol sekolah yang disediakan sekolah lewat koperasi.

Jika demikian Saleh Thio berharap tidak boleh memberatkan orang tua siswa, demikian untuk harga yang dipatok untuk seragam khas itu juga harus wajar.

Akan tetapi, diakuinya selama ini soal seragam sudah tidak menimbulkan permasalahan, sebab seluruh sekolah sudah paham mekanisme dan aturan-aturan yang harus ditaati.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *