Dilewati Kereta Bandara, Harga Tanah Batuceper Melambung

Tangerang – Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan rencananya akan diuji coba pada November mendatang. Di tahap awal ini, keberangkatan kereta dilakukan mulai dari Stasiun Sudirman Baru. Sementara operasi penuh akan dimulai pada Februari 2018.

Salah satu pemberhentian kereta bandara, yakni Stasiun Batuceper. Stasiun baru khusus untuk kereta bandara tersebut dibangun di sisi Utara Stasiun Batuceper lama yang digunakan untuk kereta KRL.

Haji Sanusi, Ketua RW 04 Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, mengatakan harga tanah di sekitar Stasiun Batuceper saat ini sudah relatif sangat mahal. Harga tanah di dekat stasiun saja sudah mencapai Rp 10 juta per meter perseginya.

“Saya punya tanah itu saya jual Rp 10 juta. Itu juga kalau ada yang mau beli. Itu nanti kena. Mau bangun jalan enggak tahu tuh dari dulu enggak dibangun juga,” kata Sanusi ditemui detikFinance, Jumat (15/9/2017).

Dia mengaku tak tahu persis kenaikan harga tanah dari tahun ke tahun. Termasuk perbedaan harga tanah sebelum dan sesudah adanya proyek kereta bandara di wilayahnya.

“Nggak tahu harga pasarannya. Kan harga kalau ada yang beli dan yang mau jual. Tuh saya punya tanah saya jual Rp 10 juta (per meter), kalau ada yang mau beli silakan. Kalau ada yang mau jual Rp 20 juta silakan,” tutur Sanusi yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari proyek kereta bandara.

Toha, warga sekitar yang rumahnya tak jauh dari Stasiun Batuceper berujar, kenaikan harga tanah relatif bervariasi. Jika mengacu pada harga saat pembebasan lahan beberapa bulan lalu, harga tanah saat di sekitar stasiun yakni Rp 6-7 juta per meternya.

“Dulu pas bebasin ya sekitar Rp 7 juta (per meter) tanah di sini kalau global (rata-rata) sekarang sudah Rp 9-10 juta ada juga yang sudah Rp 15 juta di ujung sana. Bisa kemungkinan naik lagi, tapi berapanya (naik) lagi kan enggak tahu. Karena nanti kan mau katanya dibangun jalan akses ke Daan Mogot setelah stasiun jadi,” ujar Toha

Saat ini, sambungnya, warga di sekitar stasiun batuceper sudah menerima pembayaran ganti rugi. Meski banyak di antara mereka yang keberatan dengan harga yang ditawarkan.

“Kan sama penilai tanah dipukul rata, padahal tanah beda-beda. Ada yang lokasinya tinggi, ada yang di bawah. Tapi harganya disamakan. Makanya dulu banya warga yang protes,” tutur Toha.

Basuki, warga Batuceper lainnya, mengatakan harga tanah bisa jadi akan melonjak saat akses ke wilayah tersebut semakin mudah. Setelah pembangunan stasiun kereta bandara, nantinya akan dibuat jalan penghubung untuk mendukung akses ke stasiun kereta bandara.

“Naiknya berapa kita enggak tahu. Namanya harga tanah kan pasaran bisa beda, tergantung pas ada yang mau beli dan yang mau jual,” tutur Basuki.

Seperti diketahui, pada November 2017 mendatang, Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan melintasi Stasiun Sudirman Baru-Stasiun Duri-Stasiun Batu Ceper-berakhir di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan, Stasiun Manggarai sendiri tengah dilakukan pembangunan rel ganda. (DMS-detikcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *