Dinas Dikbud Provinsi Maluku Lakukan Penataan Guru Honorer

Ambon-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, M Saleh Thio memastikan tahun 2018 tidak ada pengangkatan tenaga guru honorer, menjadi guru defenitif mengingat belum ada petunjuk dari Kementrian Pendidikan Nasional.

Saleh Thio mengakui, keberadaan guru honorer di sekolah-sekolah tidak terhindarkan meskipun secara nasional pemerintah menyatakan jumlah guru berlebih. Saat ini, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di sekolah negeri terdata sebanyak 674.775 guru honorer.

Khusus di Maluku, keberadaan guru honorer sangat dibutuhkan baik sekolah negeri maupun swasta demi kelancaran proses belajar-mengajar. Oleh karena itu dalam waktu dekat akan melakukan penataan guru, sekaligus mengatasi permasalahan guru honorer,

Khusus untuk pemerataan tenaga guru menurutnya, penataan  terus dilakukan agar penempatan guru-guru prestasi tidak menumpuk di satu sekolah. Guru-guru prestasi harus bisa menyebar rata ke semua sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan disemua jenjang sekolah.

Provinsi Maluku masih kekurangan guru, khususnya guru produktif di SMK. Jumlah guru SMA dan SMK di Maluku sebanyak 7.795 dengan jumlah guru honor sebanyak 2.091 atau 26,82 persen.

Meskipun secara kualitas, Maluku masih diperhadapkan dengan permasalahan guru seperti masih banyak guru honor yang belum berkualifikasi  Sarjana (S1) dan guru mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan.

Menurut proyeksi Kemdikbud, dalam lima tahun ke depan (2016-2020) guru yang pensiun sebanyak 316.535 orang atau rata-rata 62.000 orang per tahun. Sementara pengadaan guru profesional lewat pendidikan profesi guru sebagai guru yang memenuhi syarat Undang-Undang Guru dan Dosen (D-4/ S-1 dan memiliki sertifikat pendidik) hanya 3.000-5.000 orang per tahun.DMS

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *