Dinas PPPA Kampanyekan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Di Maluku

kekerasan terhadap perempuan Dinas PPPA

Ambon-Menyikapi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan yang terjadi akhir-akhir ini di Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), melaunching Kampanye 16 hari  anti kekerasan terhadap perempuan.

Kampanye 16 hari dimulai 25 November bertepatan dengan hari penghapusan kekerasan tersebut. dan puncaknya pada 10 Desember yakni hari HAM internasional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Margaret Samson mengatakan, guna memberikan pendampingan kepada para korban kekerasan, pemerintah telah membentuk P2TP2A berdasarkan surat keputusan Gubernur Maluku serta Bupati dan Wali Kota.

Nantinya para korban akan mendapatkan pendampingan secara baik oleh tim P2TP2A, yang merupakan gabungan pemerintah LSM pemerhati perempuan dan anak.

Diharapkan dengan gerakan kampanye 16 hari  anti kekerasan terhadap perempuan, dapat memberikan pemahaman bagi seluruh masyarakat di Maluku, agar berbagai persoalan yang muncul tidak harus diselesaikan dengan melakukan kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga.

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,maka telah dibentuk Hukum Indonesia yang  melahirkan sejumlah kebijakan nasional untuk melindungi perempuan dan anak, hal ini ditunjang juga dengan kebijakan daerah yang tertuang didalam peraturan daerah nomor 2 tahun 2012, tentang penyelenggaraan dan perlindungan perempuan dan anak di Maluku.

Selain itu terbentuknya P2TP2A berdasarkan surat keputusan Gubernur Maluku serta Bupati dan Wali Kota. Namun fakta dilapangan  seluruh kebijakan tersebut belum memberikan perlindungan bagi korban terutama perempuan dan anak.DMS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *