Dinkes Ambon Lakukan Fogging Tindak Lanjut Kasus DBD di 3 Lokasi

Ambon-Kepala dinas kesehatan kota Ambon, Thresje Torry menyatakan sehubungan dengan adanya kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun 2015 yang terjadi di beberapa lokasi di kota Ambon, dinas Kesehatan melakukan tindak lanjut memfogging daerah-daerah yang terindikasi sarang nyamuk Aides Aigepty.

Diungkapkannya, kawasan yang  sering menjadi sarang nyamuk adalah kawasan yang jarang dibersihkan sehingga menjadi tempat yang baik untuk berkembangnya jentik nyamuk.

Penyebaran penyakit DBD menurutnya jika ditemukan ada sejumlah orang  yang mengalami gejala yang sama pada suatu lokasi. Gejala umum yang sering terjadi yaitu suhu badan meningkat panas, terkadang dingin, lemas, timbul bekas gigitan nyamuk di badan. Jika tidak segera diobati maka kemungkinan besar akan menjadi parah.

Dijelaskannya, Kasus yang terjadi di tahun 2015 setelah dilakukan penyidikan epidemologis yaitu terjadi di kawasan halong dan kelurahan amantelu. Sementara jumlah korban yang mengalami DBD ada 5 orang masing di kawasan Halong 2 anak, kelurahan Amantelu 2 anak serta lorong Maranatha 1 orang dewasa.Untuk itulah pemerintah kota Ambon lewat dinas kesehatan kota Ambon melakukan fogging atau penyemprotan dan pengasapan di lokasi yang terindikasi tempat bersarangnya nyamuk Aides Aigepty.

Kegiatan fogging menurutnya, harus dilakukan guna memberantas serta memutuskan mata rantai penularan nyamuk Aides. Interval waktu yang dibutuhkan untuk membunuh nyamuk beserta jentik nyamuk adalah 2 minggu dimana minggu pertama dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa dan minggu berikutnya dilakukan untuk membunuh jentik nyamuk yang berada di sekitar lokasi .

Diharapkan dengan adanya penyemprotan dan pengasapan di lokasi yang terindikasi DBD, maka nyamuk yang mengandung virus DBD akan mati.

Walaupun lorong Maranatha terdapat 1 korban,lanjutnya, namun tidak dilakukan fogging pasalnya setelah dilakukan penyidikan epidemologis, tidak terdapat pasien atau pendeita dengan gejala yang sama dengan pasien DBD serta dalam pemeriksaan jentik nyamuk negatif adanya nyamuk Aides.

Terkait hal tersebut, pemerintah kota Ambon lewat dinas kesehatan kota Ambon menghimbau kepada masyarakat kota Ambon agar setiap saat memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar agar terjaga dengan baik, setiap saat melakukan pemberantasan terhadap sarang nyamuk yang memungkinkan jentik berkembang melalui cara menguras bak mandi secara rutin, menanam botol dan kaleng bekas, membersihkan saluran air atau got dan meletakkan Abate dalam bak mandi.

Ditegaskannya dengan cara demikian, sangat memungkinkan sarang nyamuk, jentik nyamuk maupun nyamuk dewasa akan mati dan tidak menularkan DBD.DMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *